TribunPekanbaru/

Pusdatin Puanri Inhil Gelar Penyuluhan Keterampilan di Lapas Tembilahan

Ketua Pusdatin Puanri Inhil, Hj Zulaikha Wardan menyatakan, jika kegiatan tersebut memang sengaja digelar

Pusdatin Puanri Inhil Gelar Penyuluhan Keterampilan di Lapas Tembilahan
Istimewa
Ketua Pusdatin Puanri Inhil Hj. Zulaikhah Wardan didampingi Kepala Lapas Klas II A Tembilahan Sudirwan, SH bersama warga binaan perempuan yang mengikuti kegiatan penyuluhan. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : T. Muhammad Fadhli

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Warga Binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Tembilahan ternyata tak luput dari perhatian Pusat Data dan Informasi Perempuan Riau (Pusadatin Puanri) Cabang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Inhil, Pusdatin Puanri Inhil memberikan penyuluhan dan Keterampilan bagi seluruh warga binaan perempuan di Lapas Klas II A Tembilahan, Selasa (22/8/2017) pagi.

Baca: Kakak Beradik Saling Bunuh Gara-gara Mabuk Tuak, Begini Sikap Tetangga Korban

Ketua Pusdatin Puanri Inhil, Hj Zulaikha Wardan menyatakan, jika kegiatan tersebut memang sengaja digelar sebagai suatu bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil bagi warga binaan ber - gender perempuan.
Tujuan diselenggarakannya acara ini, lanjut wanita yang akrab disapa ikha ini, adalah untuk membekali ibu-ibu dengan keterampilan yang dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Dalam kegiatan tersebut, warga binaan perempuan akan diberikan bekal keterampilan agar dapat lebih produktif, menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Ikha Wardan dalam sambutannya saat membuka langsung kegiatan tersebut.

Tak lupa kepada para partisipan, Ikha berpesan, agar dapat mengikuti kegiatan penyuluhan dan keterampilan ini dengan sebaik - baiknya sehingga pengalaman serta ilmu yang diperoleh dapat dipraktekkan.

Kepada para warga binaan perempuan ini, Ikha juga mengingatkan untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan bertaubat atas kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu, serta menjadikan keluarga sebagai prioritas dalam menjalani kehidupan.

Baca: Diprediksi Turun, Begini Gambaran APBD Kampar Tahun 2018

“Seringlah meminta ampun kepada Allah SWT dan mengisi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat sepeti membaca Al-Qur’an. Dengan begitu, saya berharap untuk kedepannya tidak ada lagi ibu-ibu yang menjadi warga binaan, karena peran seorang ibu sangat dibutuhkan dalam sebuah keluarga,” tandas Ikha.

Sementara itu, Ketua Lapas Klas II A Tembilahan, Sudirwan SH, berharap, adanya partisipasi pihak eksternal terkait untuk menyelenggarakan kegiatan serupa yang dianggap mampu memberikan dampak positif terhadap para warga binaan perempuan di Lapas Klas II A Tembilahan. (*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help