TribunPekanbaru/

Akhirnya Ramayana Pangkalan Kerinci dan KBC Bayar Tunggakan Pajak Parkir

"Tadi pengelolanya sudah datang ke kita. Mereka mau bayar semuanya Rp 30.267.000,-. Itu angka pastinya setelah

Akhirnya Ramayana Pangkalan Kerinci dan  KBC Bayar Tunggakan Pajak Parkir
Istimewa
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) menyegel areal parkir Kerinci Bisnis Centre (KBC) Ramayana Pangkalan Kerinci, Selasa (21/8/2017). Lapangan parkir itu dilarang beroperasi lagi. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Akhirnya pengelola Kerinci Bisnis Centre (KBC) dan Ramayana Pangkalan Kerinci membayar tunggakan pajak parkir, Rabu (23/8). Setelah areal parkir disegel sejak Selasa (22/8) lalu.

Pengelola KBC dan Ramayana melunasi utangnya ke Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan. Total utang pajak parkir yang dibayarkan sebesar Rp 30.267.000,- yang disetorkan langsung ke kas daerah. Dengan demikian pengelolan terbebas dari tagihan dan segel bisa dibuka.

"Tadi pengelolanya sudah datang ke kita. Mereka mau bayar semuanya Rp 30.267.000,-. Itu angka pastinya setelah dilakukan perhitungan," terang Kepala BPKAD Pelalawan, Devitson Saharuddin, kepada tribunpekanbaru.com.

Baca: VIDEO: Wow, Wanita Ini Lepas Busana di Depan Orang-orang saat Lihat Mantan Suaminya, Ini Alasanya!

Dijelaskannya, angka sebesar Rp 33 juta sebelumnya merupakan perhitungan kasar dari petugas pajak BPKAD. Setelah menerima setoran pajak itu, BPKAD langsung meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membuka segel di depan pintu masuk areal parkir KBC dan Ramayana.

Sebenarnya sejak penyegelan dilakukan, pengelola sudah mendatangi BPKAD dan berniat melunasi utangnya. Namun angka tagihan tidak cocok dengan apa yang disodorkan pengelola. Menurut mereka tunggakan parkir dibawah Rp 30 juta, sedangkan petugas pajak bertahan dengan perhitungannya. Hingga akhirnya pengelola menerima perhitungan dari pemda dan melunasinya.

"Kita berharap mereka bayar tepat waktu setelah ini. Kita sedang menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya. (*)

Penulis: johanes
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help