Disnakertrans Siap Fasilitas Buruh dengan Perusahaan Duta Palma

Dipekerjakan saat hari libur dan Ahad tanpa tambahan pendapatan hingga menerima bantuan beras dan makanan yang sudah tidak layak.

Disnakertrans Siap Fasilitas Buruh dengan Perusahaan Duta Palma
Tribun Pekanbaru/ Dodi Vladimir
Seribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Riau menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Penduduk (Disnakertransduk) Provinsi Riau di jalan Pepaya, Selasa (2/5). Dalam aksinya mereka menuntut penerapan skala upah ditingkat perusahaan, menolak outsourching, stop pelanggaran kebebasan berserikat dan kriminalisasi gerakan aktivis buruh, soal buruh harian lepas dan sebagainya. 

  

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan massa dari buruh Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI)  PT Duta Palma Nusantara Sei Kuantan  berdemo di halaman dan memasuk kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau. Mereka datang mengadukan nasib karena merasa dizalimi perusahaan.

Buruh menilai Perusahaan sudah bertindak sewenang-wenang. Mulai meminta kejelasan status PHK seorang karyawan, dipekerjakan saat hari libur dan Ahad tanpa tambahan pendapatan hingga menerima bantuan beras dan makanan yang sudah tidak layak.

Dalam aksi tersebut, massa juga menuntut dilaksanakannya pembayaran bonus tahun 2015, yang hingga kini belum dilaksanakan oleh perusahaan. Selain itu mereka juga menyatakan rasa keberatan atas perintah kerja di hari libur resmi. Serta pelaksanaan sistem kerja dengan target sehingga itu dianggap sebagai perbudakan.

"Jika pemerintah tak bisa membantu menyelesaikan, kami akan duduki perusahaan dengan massa lebih besar. Itu bisa dipastikan dari sekarang," tegas Korlap Aksi sekaligus Bendahara SBSI Kuantan Singingi, Asri Gulo.

Setelah berorasi di kantor Disnakertrans,  akhirnya pihak Disnakertrans Provinsi Riau menerima perwakilan buruh untuk melakukan audiensi dan mencarikan solusi atas persoalan yang dialami buruh.

"Kami juga akan terus mengawasi gerakan dan sikap dari Disnakertrans. Karena buruh PT DPN Sei Kuantan sudah diperlakukan seperti budak, disinilah kami tuntut peran pemerintah," tegas Asri.

Dari hasil pertemuan pihak buruh perusahaan dengan Disnakertrans menghasilkan beberapa poin. Mulai kasus BPJS Kesehatan dan Keternagakerjaan akan dilakukan pemeriksaan ulang kepada PT Duta Palma Nusantara Sei Kuantan. Pemeriksaan ulang dilakukan untuk menindaklanjuti aduan dan fakta yang terjadi di lapangan selama ini. 

Disnakertrans Riau juga menyatakan diri untuk terlibat langsung dalam pemeriksaan ulang terhadap pembayaran gaji. Jika tidak sesuai maka akan dilakukan upaya hukum. Termasuk untuk membuat perjanjian kerja sama akan difasilitasi oleh pihak Disnakertrans Riau. 

"Alat pelindung dan fasilitas kerja semuanya dibebankan kepada perusahaan. Termasuk juga soal penetapan upah harus sesuai dengan target, itu akan kami periksa ulang," kata Kepala Disnakertrans Riau Rasyidin usai pertemuan kepada Tribun.

Lebih lanjut juga disepakati bersama buruh, dalam bekerja di hari libur resmi harus dibayarkan upah sesuai dengan ketentuan berlaku. Termasuk masalah pemutusan arus listrik, pihak Disnakertrans akan meminta kepada perusahaan agar disambung kembali. Begitu pula kasus buruh yang meninggal karena kecelakaan kerja akan diproses ulang untuk mendapatkan tunjangan.

"Sebelas poin kesepakatan bersama buruh akan kita akomodir dan mediasikan dengan pihak perusahaan. Dalam proses ini, perusahaan dilarang melakukan tekanan kepada buruh dan serikatnya," tegas Rasyidin.(uha)

Penulis: Nasyuha
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help