TribunPekanbaru/

Lima Guru Ini Mengadu ke DPRD RIau,Mereka Adukan Kepsek Karena hal Ini

Dari pengakuan para guru tersebut, mereka mengeluhkan sikap arogansi kepala sekolah

Lima Guru Ini Mengadu ke DPRD RIau,Mereka Adukan Kepsek Karena hal Ini
TribunPekanbaru/Alexander
Lima guru SMKN 1 mengadu ke anggota Komisi V DPRD Riau, Muhammad Adil dan Ev Tenger Sinaga, Senin (28/8). Para guru mengaku dizolimi Kepala Sekolah hingga tak diberikan jam mengajar. Hal tersebut sudah dibantah oleh kepala sekolah SMKN 1, Agustina Susilawati. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Sebanyak 5 orang guru dari SMKN 1 Minas mengadu ke DPRD Riau, karena mengaku dan merasa dizolimi oleh Kepala Sekolah dari SMKN tersebut. 

Kelima guru bantu tersebut disambut oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Riau, Muhammad Adil, dan anggota Komisi V DPRD Riau, Ev Tenger Sinaga, kemudian langsung dimintai keterangan guru-guru tersebut. 

Dari pengakuan para guru tersebut, mereka mengeluhkan sikap arogansi kepala sekolah, sehingga mereka tidak diberikan jam untuk mengajar, kemudian dugaan pungutan liar pembiayaan remedial siswa, hingga dugaan penyampaian konten seksual oleh oknum guru kepada para murid di dalam kelas.

Salah seorang perwakilan guru, Fatmi Zola mengatakan, ia dan beberapa guru lainnya merasa dizolimi kepala sekolah tersebut, sehingga ada guru yang tidak diberikan jam mengajar di sekolah.

“Ada rekan kami guru bantu yang sudah sertifikasi, tapi tidak diberi jam pelajaran sama sekali, sehingga guru yang bersangkutan hanya sekadar datang mengisi absen di sekolah. Dari pagi sampai jam pulang hanya duduk tanpa mengajar. Dengan kondisi itu, guru ini tentunya terancam tidak bisa memperpanjang SK, jika tidak mendapat jam mengajar,” kata Fatmi Zola saat bercerita kepada anggota dewan di ruang Komisi V DRPD Riau.

Tidak hanya itu, Fatmi juga mengatakan, ia yang sudah menjadi PNS, SK nya tidak diakui kepala sekolah, dengan alasan SK BKN salah, sehingga ia juga sempat tidak diberikan jam mengajar, dan dicabut SK wali kelasnya. Kemudian ia juga pernah mendapatkan ancaman akan diberhentikan bila dianggap tidak menghormati kepala sekolah.

“Kami sudah mengadukan ke pihak pemerintah Kabupaten Siak termasuk Dinas Pendidikan Riau. Namun kepala sekolah ketika mengetahui langkah kami ini, justru tidak merubah sikap dan berkata, tidak ada satu pun yang bisa menurunkan jabatan saya, apalagi mencopot saya, walupun gubernur sekali pun," ujarnya menirukan pernyataan kepala sekolah yang ia sebut.

Beragam persoalan lainnya juga diduga terjadi di sekolah tersebut, para guru menyebut kondisi di sekolah tersebut mulai tidak kondusif. Misalnya, ada oknum guru yang saat mengajar justru bercerita hal-hal berbau pornografi kepada murid-murid di kelas, informasi tersebut menurut para guru berasal dari murid-murid. Kemudian juga adanya dugaan pungutan liar berupa uang remedial yang dibebankan kepada murid di sana.

Halaman
12
Tags
Guru
Penulis: Alex
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help