TribunPekanbaru/

Akun Facebook WargaTeluk Latak Diretas, Pelakunya Minta Uang

Berselang beberapa menit setelah itu, banyak rekannya yang berteman di akun facebook menanyakan hal

Akun Facebook WargaTeluk Latak Diretas, Pelakunya Minta Uang
Al Arabiya
Sebuah agen perjalanan di Jepang mengaku website mereka diretas. Isi pesannya mendukung Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Penipuan dengan meretas akun media sosial terjadi di Bengkalis. Kali ini akun Facebook atas nama Hendra Jeje warga desa Teluk Latak diretas orang tidak di kenal sejak beberapa waktu lalu.

Hendra baru mengetahui akun miliknya diretas pada Sabtu, (2/9) malam. Saat itu ada pihak keluarga yang menelponnya menanyakan kebenaran pesan yang dikirim melalui akunnya.

"Malam minggu itu, ada keluarga yang menanya apa benar saya minjam duit kepadanya melalui pesan Facebook, tentu saya kaget dan mengatakan tidak benar, " ungkap Hendra, Senin (4/9) sore.

Berselang beberapa menit setelah itu, banyak rekannya yang berteman di akun facebook menanyakan hal yang sama terkait dirinya meminjam uang. Hal ini Tentu langsung di batah Hendra.

Baca: Formasi Fly Pass, TNI AU Bentuk Angka 5 Sedangkan RSAF Angka 0

"Cukup banyak yang menelpon saya malam itu, menanyakan kebenaran pihaknya meminjam uang melalui akun Facebook. Saya jelaskan satu satu bahwa akun saya sudah diretas orang, " ungkapnya.

Minggu pagi ternyata salah satu rekan Hendra Bernama Muslim mengaku telah melakukan transfer uang sebesar Rp 800.000 ke peretas tersebut. Karena saat itu dia percaya bahwa yang menghubunginya melalui pesan Facebook merupakan Hendra.

"Pagi itu rekan saya merupakan pegawai UPTD PU Rupat Muslim mengatakan telah melakukan transfer ke rekening yang diberikan peretas. Karena dia tidak curiga, sebab secara tulisan pesan Facebook tersebut mirip dengan cara bahasa saya," ungkap Hendra.

Selaim Muslim satu lagi rekannya bernama Pendi juga melakukan transfer ke peretas tersebut. Tidak tangung nominal yang ditransfernya sebesar tiga juta rupiah.

"Tiga juta tersebut dikirim Pendi melalui tiga kali. Peretas meminta uang kepada Pendi melalui pesan Facebook. Kemudian saat peretas tersebut meminta yang keempat kalinya baru Pendi merasa curiga dan menghubungi saya," ungkap Hendra. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help