TribunPekanbaru/

Kampar

Kontroversi Putra Daerah Menerpa Pilkades Koto Perambahan

Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa se-Kampar, Sofyan Datuk Majo Sati mendapat laporan ihwal kontroversi pencalonan putra daerah.

Kontroversi Putra Daerah Menerpa Pilkades Koto Perambahan
Internet
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Perpolitikan di desa menghangat jelang pemilihan Kepala Desa.  Isu kedaerahan muncul.

Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa se-Kampar, Sofyan Datuk Majo Sati mendapat laporan ihwal kontroversi pencalonan putra daerah.

Sofyan menyebutkan fenomena ini terjadi di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa.

"Laporan yang saya terima, yang bukan putra daerah asli tidak bisa nyalon Kepala Desa," ungkapnya, Selasa (5/9/2017).

Menurut Sofyan, ada isu yang mengatakan bahwa pendatang yang bisa mencalonkan diri harus telah tinggal minimal setahun di desa pelaksana pemilihan.

Baca: Kejati Tetapkan Tiga Orang Tersangka Dugaan Tipikor Dana Tak Terduga Pelalawan

Baca: Nostalgia Tahun 90an, Masih Ingat Nggak Mantan Model Majalah Cantik Ini?

Ia menyatakan, pemahaman ini bertentangan dengan aturan.

"Ini kan melanggar Putusan Mahkamah Konstitusi. Dari luar desa kan tetap bisa mencalonkan diri," tegas Sofyan.

Halaman
12
Penulis: nando
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help