TribunPekanbaru/

Terapkan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar, PT Musim Mas Gandeng Fakultas Pertanian UR

"Tinggal mencampurkan beberapa jenis pupuk organik ke limbah yang dicacah dan didaurkan kembali. Ini

Terapkan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar, PT Musim Mas Gandeng Fakultas Pertanian UR
Tribun Pekanbaru/ Johanes
Proses pembukaan lahan tanpa dibakar dan pengolahan limbahnya menadi pupuk di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Pangkalan Kuras. Dalam program ini PT Musim Mas bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universita Riau, Rabu (6/9). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Pembukaan lahan tanpa dikabar mulai diterapkan masyarakat di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Pangkalan Kuras dengan bekerjasama dengan PT Musim Mas, Rabu (6/9). Sebagai cara mengatasi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kabupaten Pelalawan.

Praktek lapangan langsung dilakukan di lahan milik masyarakat Desa Tanjung Beringin oleh tim dari Fakultas Pertanian Universitas Riau. Praktek ini juga dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak), serta manajemen PT Musim Mas.

"Tinggal mencampurkan beberapa jenis pupuk organik ke limbah yang dicacah dan didaurkan kembali. Ini akan menjadi pupuk bagi tanaman," ungkap Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Riau, Ir Fifi Puspita M.P, kepada tribunpekanbaru.com, saat ditemui di lokasi.

Fifi Puspita menerangkan, mesin khusus pencacah yang digunakan merupakan hasil penelitian timnya. Mesin yang diciptakan itu dapat mengolah tanaman yang tidak keras mulai dari daun, ranting kecil, hingga pelepah. Setelah dihancurkan mesin yang digerakan menggunakan dompeng, limbah itu diurai kembali agar bermanfaat bagi tanaman. Kapasitas pencacahan mencapai satu ton per jam. Sedangkan kayu besar bisa dimanfaatkan petani untuk keperluan lain.

Dengan demikian, masyarakat bisa membuka lahan tanpa harus membakar dan tak terlibat kasus hukum. Meski terlihat sedikit rumit, namun cara ini cukup sederhana dan menguntungkan petani. Warga tak perlu repot lagi menyewa alat berat maupun tenaga manusia dalam membuka lahan.

"Ini lebih ekonomis dan tak mengeluarkan banyak biaya. Alat akan dibantu dari perusahaan. Keuntungan yang didapat petani banyak seperti pupuk organik buatan, lahan bersih tanpa dibakar, dan dibantu perusahaan," beber Fifi.

General Manajer (GM) PT Musim Mas, Jerry Liu, mengungkapkan program membuka lahan bagi masyarakat tanpa membakar merupakan lanjutan dari program Masyarakat Bebas Api (MBA) yang diluncurkan tahun lalu. Dalam pembukaan lahan ini, perusahaan menjadikan tiga desa sebagai percontohan atau pilot projec yakni Desa Tanjung Beringin, Talau, dan Betung. Masing-masing desa mendapat jatah pembersihan lahan seluas lima hektar.

"Tahap pertama ini kita buka 15 hektar di tiga desa. Jika ini memang berhasil, kita kembangkan ke semua desa di daerah operasional. Kita menggandeng Fakultas Pertanian UNRI dalam program ini," tandas Jerry.

Ia menegaskan penerapan program ini, disamping membantu masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengantisipasi Karlahut yang setiap musim kemarau mengancam daerah Pelalawan. (*)

Penulis: johanes
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help