TribunPekanbaru/

Polisi Bakal Lacak Harta Kekayaan Otak Penyelundupan Manusia di Dumai

Menurutnya, untuk menyelidiki TPPU pada perkara penyelundupan manusia pihaknya menelusuri aset dan harta

Polisi Bakal Lacak Harta Kekayaan Otak Penyelundupan Manusia di Dumai
TNP Photo Illustration: Jeremy Long
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kasus penyelundupan manusia di Dumai, yang melibatkan sindikat internasional terus dikembangkan Penyidik Polres Dumai. Bahkan pihak kepolisian berencana menelusuri jejak harta kekayaan Tengku Said Saleh (49), yang diduga merupakan otak serangkaian penyelundupan manusia di Kota Dumai.

"Kita sedang selidiki adanya Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU pada perkara ini. Tapi yang jelas kita masih selidiki," tegas Kapolres Dumai, AKBP Donal Happy Ginting kepada Tribun.

Menurutnya, untuk menyelidiki TPPU pada perkara penyelundupan manusia pihaknya menelusuri aset dan harta milik Saleh. Sebab belum dipastikan aset mana, yang diduga terkait dengan perkara penyelundupan manusia. Sehingga polres berencana menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

Apalagi para anggota sindikat ini sudah beroperasi sejak tahun 2011. "Jadi kita bisa menelusuri dan memastikan aset mana yang merupakam hasil kejahatan," paparnya.

Keberadaan jaringan penyelundupan manusia melalui Kota Dumai diungkap oleh Tim Opsnal Satreskrim Polres Dumai bersama Tim Bareskrim Mabes Polri. Tiga anggota jaringan penyelundupan imigran asal Bangladesh ke Malaysia ini diamankan pada 18 Maret 2017 lalu. Satu orang warga Bangladesh ikut diamankan, sebab ia diduga berperan dalam penyelundupan manusia melalui perbatasan internasional secara ilegal.

Sejak 2011, diperkirakan sudah ribuan imigran ilegal yang diselundupkan anggota jaringan ini. Catatan pihak kepolisian selama rentang Agustus hingga September 2016 mereka sudah menyelundupkan WN Bangladesh sebanyak 881 orang.

Sedangkan pada Januari hingga Maret 2017 sudah mengirimkan 1.500 orang. Jadi total dalam imigran yang diselundupkan jaringan ini ke Malaysia mencapai 2381 orang dalam rentang tujuh bulan.

Sebelumnya, para terdakwa yang diduga sindikat people smuggling atau penyelundupan manusia di Dumai dituntut hukuman penjara 7 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai, Rabu (30/8) lalu. Mereka juga harus membayar denda sebesar Rp 1,5 Miliar atau subsider kurungan penjara selama 6 bulan. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help