TribunPekanbaru/

Samuji Bersyukur Bisa Bertani di Lahan Pertamina

Pria 70 tahun tidak kehilangan semangat bertani, apalagi sejak diberi kesempatan bertani di lahan milik

Samuji Bersyukur Bisa Bertani di Lahan Pertamina
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Ketua Kelompok Tani Bukit Mekar, Nasib memperlihatkan hasil Cabe yang ditanam di Lahan Pertamina di Bukit Datuk, Kota Dumai. Saat ini mereka sudah memanfaatkan 1,5 hektar lahan untuk pengembangan pertanian. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Samuji tampak semangat menanti panen ladang Jagung Manis yang ditanamnya beberapa waktu lalu di lahan yang berada di Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. Ia terlihat memastikan tidak ada hama yang menganggu tanaman Jagung tersebut. Sebab Jagung Manis adalah satu komoditi pertanian yang dikembangkannya di lahan milik Pertamina.

Pria 70 tahun tidak kehilangan semangat bertani, apalagi sejak diberi kesempatan bertani di lahan milik Pertamina pada 1998 silam. Bahkan pria yang dikenal dengan sebutan Pak De ini senantiasa mengembangkan aneka komoditi pertanian. Seperti Jagung Manis, Cabe dan Kacang Panjang.

Apalagi dari hasil bertani, Samuji dapat menguliahkan keempat anaknya. Bahkan ketiga anaknya sudah bekerja di BUMN dan instansi pemerintahan. "Alhamdulillah sata bersyukur, sejak dipercaya mengembangkan pertanian di lahan Pertamina, kuliah anak-anak selesai juga," terangnya saat berbincang dengan Tribun, Rabu (6/9).

Awalnya Samuji bukanlah seorang petani, ia bekerja pada satu perguruan tinggi swasta di Kota Dumai. Tapi pada tahun 1998 ia memilih untuk menjadi petani, bahkan sudah mencoba beragam komoditas pertanian. Terutama pengembangan tanaman hortikultura.

Bahkan kini omsetnya mencapai jutaan rupiah setiap bulan. Apalagi Samuji tidak kesulitan menjual hasil pertaniannya. "Kami sudah mencoba beragam komoditi pertanian, tapi saya memilih Jagung, sebab untungnya banyak," ulas Samuji sambil tersenyum.

Samuji juga mengungkapkan rasa terima kasihnya diberi kesempatan bertani di lahan milik Pertamina di Kawasan Bukit Datuk. Bahkan kini ia mengembangkan bersama Kelompok Tani Bukit Mekar, Kelurahan Bukit Datuk. Ia sendiri merukan anggota senior di kelompok tani tersebut.

Ketua Kelompok Tani Bukit Mekar, Nasib menyebut bahwa ada sepuluh anggota kelompok tani yang aktif di lahan seluas delapan hektar milik Pertamina. Pria 45 tahun ini mengaku sudah bermitra dengan Pertamina sejak 2015 silam. Ia bersama anggota kelompok fokus mengembangkan tanaman holtikultura di lahan itu.

Namun saat ini mereka fokus mengembangkan tanaman seperti Timun, Jagung Manis, Cabe dan Kacang Panjang. Untuk produksi hasil pertanian di lahan seluas delapan hektar cukup fluktuatif. Sehingga Nasib tidak bisa memastikan hasil produksi dari masing-masing komoditi pertanian yang dikembangkan.

Walau demikian, mereka bisa menghidupi keluarganya. Apalagi ayah tiga anak ini mengaku memperoleh jutaan rupiah dari hasil penjualan hasil pertanian di lahan milik Pertamina. "Jumlahnya tidak menentu, tapi yang jelas bisa dipasarkan dan hasilnya memuaskan," terang Nasib.

Untuk mendukung program pertanian ini, Pertamina juga melakukan pendampingan berupa pelatihan, serta mendukung peralatan dan pupuk bagi petani. Hasilnya lahan yang merupakan aset milik Pertamina kini semakin produktif dengan adanya Kelompok Tani Bukit Mekar.

Apalagi para petani yang berada di sekitar areal Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai sudah memperoleh pelatihan selama beberapa hari. Kegiatan ini adalah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina pengembangan potensi hasil pertanian, agar masyarakat lebih mandiri.

"Masyarakat yang berada di Ring I Pertamina RU II Dumai diberdayakan untuk mengolah hasil pertanian," ujar Fasilitator dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Bayu kepada Tribun. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help