TribunPekanbaru/

Parah, 140 Perusahaan di Dumai Belum Daftarkan Pekerja Sebagai Peserta Jaminan Kesehatan

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 84 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah

Parah, 140 Perusahaan di Dumai Belum Daftarkan Pekerja Sebagai Peserta Jaminan Kesehatan
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Zulkifli AS (Walikota Dumai) didampingi Letkol Kav Rendra Siagian (Dandim Dumai) dan Zainal Abidin (Wakil Ketua DPRD Kota Dumai mengikuti teleconference di Kantor Dispenda Dumai, Rabu (9/8). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Sekitar 140 perusahaan di Kota Dumai belum mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan kesehatan BPJS Kesehatan. Padahal badan usaha wajib mendaftarkan para pekerja sebagai peserta jaminan kesehatan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 84 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 87 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan. Bahkan pihak pemberi kerja yang tidak mendaftarkan pekerjanya bakal dikenakan sanksi.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja. Maka diimbau untuk segera mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN-KIS," ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Dumai, Adi Siswadi kepada Tribun, Jum'at (8/9).

Sementara itu, Walikota Dumai, Zulkifli AS menegaskan agar perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja sebagai peserta jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan diberi sanksi. Maka pihak pemerintah kota kembali menegaskannya lewat Perwako No.27 tahun 2017 tentang Perlindungan Tenaga Kerja terhadap Jaminan Sosial Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Bagi perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya sebagai penerima jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bakal diberi sanksi," tegas Zul AS di depan perwakilan sejumlah perusahaan di Dumai. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help