TribunPekanbaru/

Didemo Mahasiswa, Bupati Azis: Kurang Saya Apa?

Azis merasa sudah banyak berbuat sejak dirinya menjadi orang nomor satu di Kampar. Menurut dia,

Didemo Mahasiswa, Bupati Azis: Kurang Saya Apa?
Tribun Pekanbaru/ Nando
Bupati Kampar, Azis Zaenal menyampaikan amanat pada Apel Gabungan di Halaman Perkantoran Pemkab Kampar, Senin (4/9/2017). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bupati Kampar, Azis Zaenal tampaknya tidak terima dituding macam-macam di awal kepemimpinannya. Apalagi disebut gagal dalam memimpin pemerintahan. Respon ini tergambar saat Azis bertatap muka dengan sejumlah mahasiswa di ruang kerjanya, Senin (11/9/2017).

Pertemuan ini menindaklanjuti aksi unjuk rasa mahasiswa, Kamis (7/9) lalu. Azis sendiri yang mengagendakan pertemuan itu melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, M. Jamil saat menerima peserta aksi di halaman Kantor Bupati.

Azis merasa sudah banyak berbuat sejak dirinya menjadi orang nomor satu di Kampar. Menurut dia, persoalan yang jauh sebelumnya telah melilit Kampar tidak mungkin diselesaikan dalam sekejap mata.

"Kurang saya apa? Saya baru tiga bulan. Tunjukkan ke saya, siapa yang bisa menyelesaikan masalah dalam tiga bulan," tandas Azis. Didampingi Wakil Bupati, Catur Sugeng Susanto siang itu, ia bahkan berani dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Azis menjawab beberapa isu yang dihembuskan mahasiswa. Terkait rencana 23 jembatan, ia memberi keterangan secara rinci.

Azis menjelaskan, 23 jembatan itu terdiri dari tujuh jembatan yang telah dibangun selama dirinya menjadi Bupati atau saat sebagai anggota DPRD Riau. Kemudian, 10 jembatan akan dibangun dengan dana bersumber dari APBD Riau.

"Enam lagi akan dibangun selama kepemimpinan saya," ujar Azis. Ia memperkirakan, anggaran satu jembatan sekitar Rp. 20 miliar. Sehingga jika dijumlahkan menjadi Rp. 120 miliar. Sehingga tidak mungkin dibangun dalam satu tahun anggaran.

Azis juga menanggapi soal wacana pengurangan Tenaga Harian Lepas (THL). Ia sendiri sebenarnya berat hati merumahkan THL. Namun, kata dia, wacana ini datang dari Organisasi Perangkat Daerah perekrut THL karena dipaksa kondisi keuangan.

Ia pun telah menyerahkan langkah rasionalisasi jumlah THL kepada OPD. "Kalau ada jalan lain (jika tidak dengan pemangkasan THL), silakan tunjukkan kepada saya," kata Azis.

Azis mengemukakan keberhasilan yang dibuatnya. Salah satunya Taman Rekreasi Stanum yang mulai menggeliat dalam beberapa pekan terakhir. "Tidak sepeserpun pakai APBD," tandasnya. (*)

Penulis: nando
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help