TribunPekanbaru/

Iskandar Hoesein Sebut Pembebasan Lahan Sudah yang Ketiga Kalinya

Mantan birokrat di Pemprov Riau ini juga menegaskan, bahwa sebelumnya dia sudah memberikan lahan

Iskandar Hoesein Sebut Pembebasan Lahan Sudah yang Ketiga Kalinya
Tribunnews.com
Ilustrasi tower listrik 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebagai salah seorang warga pemilik lahan rencana tempat pembangunan tapak tower listrik Jalur Kerinci-Rengat untuk 150 KV, Iskandar Hoesein merasa keberatan memberikan lahannya untuk dibebaskan. 

Mantan birokrat di Pemprov Riau ini juga menegaskan, bahwa sebelumnya dia sudah memberikan lahan miliknya untuk pembangunan tapak tower tersebut dua kali, dan kali ini menurutnya sudah yang ketiga kalinya. 

Untuk pembebasan lahan yang kedua kalinya dikatakan Iskandar, pembebasan lahan dilakukan oleh pihak Waskita Karya untuk pembangunan tapak tower 500 KV, setelah harga disepakati, pihak Waskita di Jakarta pun sudah setuju. Namun sampai saat ini masih belum ada kejelasan pembayarannya. 

Oleh karena itu, menurut Iskandar dirinya tidak mau lagi menyerahkan lahannya untuk diganti rugi yang ketiga kalinya. Walau pun nantinya pembayaran untuk yang kedua kalinya sudah dibayarkan, namun ia bersikukuh enggan memberikan lahannya tersebut. 

Sebelumnya, pembangunan tapak tower listrik di Riau kembali terkendala. Kali ini di jalur Kerinci-Rengat 150 KV, dimana, pemilik lahan enggan menyerahkan lahannya untuk diganti rugi. 

Ada pun lahan yang rencananya akan dibangun sebanyak 4 tapak tower tersebut merupakan milik Iskandar Hoesein.

Menejer Unit Pelaksana Kontruksi Jaringan Sumatera (UPKJS) II PT PLN UIP II Sumbagut, Rachmat Basuki menegaskan, pihaknya hanya menangani pembangunan tapak tower untuk 150 KV, sedangkan yang 500 KV dilaksanakan oleh pihak ketiga, atau Waskita Karya, dan masalah pembebasan lahan Iskandar yang kedua tersebut tidak ada kaitannya dengan pihak PLN. 

Rachmat juga mengatakan, pihaknya sudah mencoba melakukan komunikasi dengan Iskandar Husein, namun yang bersangkutan ngotot menolak menerima ganti rugi atas pembebasan lahan tersebut.

"Beliau menolak untuk dibebaskan lahannya. Kabarnya beliau sudah mengirimkan surat kepada kami, tapi surat tersebut belum sampai di tangan saya, makanya belum bisa kami tindaklanjuti,"  kata Rahmat, Minggu (10/9).

Menurut Rahmat, penolakan yang dilakukan Iskandar sangat aneh. Sebab, sebelumnya ia mau menerima ganti rugi di 11 titik tower yang juga melintasi lahannya. Keseluruhan uang ganti rugi itu pun sudah dibayarkan sepenuhnya oleh PLN. 

Sebelumnya, pembebasan lahan yang melintasi tanah milik Iskandar Husein adalah di kawasan Pasir Putih-Kerinci, sebanyak 10 tapak tower di sana, untuk transmisi 150 KV. 

"Makanya kita heran dengan penolakan beliau, atas 4 titik tower di jalur Rengat-Kerinci tersebut," katanya. (*)

Penulis: Alex
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help