TribunPekanbaru/

Penyidik Tahan DY Tersangka Dugaan Tipikor SPPD Fiktif Bapenda Riau

Penyidik memutuskan melakukan penahanan karena mengangkap tersangka tidak koperatif.

Penyidik Tahan DY Tersangka Dugaan Tipikor SPPD Fiktif Bapenda Riau
TribunPekanbaru/Ilham Yafiz
Tersangka DY memasuki mobil tahanan Pidsus Kejati Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan DY, sebagai tersangka Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penerbitan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif di Badan Pendapatn Daera (Bapenda) Riau.

Ia ditahan usai menjalani pemeriksaan di Kejati, Senin (11/9/2017) petang. Penyidik langsung melkukan penitipan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Wanita dan Anak selama 20 hari ke depan.

Penyidik memutuskan melakukan penahanan karena mengangkap tersangka tidak koperatif. Dua kali pemanggilan yang dilakukan penyidik yang bersangkutan tidak hadir memenuhinya.

"Memang saya sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan. Tersangka yang dipanggil dua kali tidak hadir, KUHAP mengatakan dilakukan upaya perintah membawa," ungkap Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati, Sugeng Riyanta kepada Tribun.

Tersangka datang ke Kejati bersama kuasa hukumnya, Kapitra Ampera. "Tersangka tadi pagi dicari ke rumah, dilihat ke kantor Lawyer, tadi alhamdulillah berhasil dikordinasikan, diantar ke sini (Kejati) bersama lawyernya," sebutnya.

Persoalan muncul ketika penyidik melakukan pemeriksaan dan mengambil Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tersangka awalnya menolak dilakukan BAP, tetapi setelah berlangsung lama, akhirnya dilakukan BAP pada siang hari.

Penolakan BAP dilakukan karena menurut tersangka mereka sedang melakukan upaya Hukum Praperadilan atas penetapan status tersangkanya. Terhadap hal ini Sugeng menegaskan jika proses Prapid tetap berlangsung di saat penyidikan yang dilakukan penyidik terus dilakukan.

Menurutnya tidak ada persoalan jika Prapid dilakukan berbarengan dengan proses penyidikan.

"Tadi dia tidak mau dilakukan pemeriksaan karena sedang melakukan prapid. Prapid jalan, kita hormati, kita jawab nanti di pengadilan. Tidak bisa saling menyandera," tegasnya.

Selain berbagai persoalan teknis saat pemeriksaan itu, Sugeng juga sempat berdebat dengan kuasa hukumn tersangka. Perdebatan ini perihal sejumlah fkata-fakta yang diketahui oleh tersangka yang hendak diungkap ke penyidik.

Halaman
12
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help