TribunPekanbaru/

Raisa dan Laudya C Bella Menikah, Jokowi Banyak Terima Aduan Masyarakat

Jokowi mengungkapkan, dirinya pernah menerima komplain dari masyarakat yang bahkan bukan terkait hajat hidup orang banyak.

Raisa dan Laudya C Bella Menikah, Jokowi Banyak Terima Aduan Masyarakat
BIRO PERS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahan ketika ditanya sejumlah wartawan terkait kasus dugaan pencatutan namanya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam permintaan saham Freeport, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). Presiden Joko Widodo menegaskan tidak boleh ada pihak mana pun yang bisa mempermainkan kewibawaan lembaga negara karena hal ini menyangkut soal kepatutan, kepantasan dan moralitas. TRIBUNNEWS/BIRO PERS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan orasi ilmiah dalam peringatan Dies Natalis ke -60 Universitas Padjadjaran yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata, Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (11/9/2017).

Dalam orasinya, Presiden menyampaikan bahwa media sosial membawa perubahan sangat cepat terhadap segala macam aspek termasuk komunikasi antara masyarakat dan pemimpin.

"Negara tidak bisa mengendalikan media sosial," kata Jokowi dalam orasinya.

Jokowi mengungkapkan, dirinya pernah menerima komplain dari masyarakat yang bahkan bukan terkait hajat hidup orang banyak.

"Satu dua hari lalu saya banyak dikomplain masyarakat mengenai Raisa. Mereka bilang, satu lagi aset Indonesia lepas ke tangan asing. Setelah saya telusuri memang ternyata suaminya orang Australia," tuturnya.

Baca: Bertemu Nagita Slavina di Ultah Amora, Ayu Ting Ting Ditagih Ini oleh Warganet

Tidak hanya pernikahan Raisa dan Hamish Daud, pesohor lainya yang dikomplain oleh masyarakat kepada Presiden adalah Laudya Cinthya Bella.

"Belum saya jawab sudah muncul lagi. Mereka bilang Laudya Cinthya Bella nikah dengan orang Malaysia," ucapnya.

Baca: VIDEO: Tak Kalah dari Ulu Kasok, Ini Wisata Alam Eksotis lain di Kampar

Jokowi mengatakan, media sosial secara tidak langsung sudah mengubah pola komunikasi masyarakat Indonesia yang bisa lebih mudah menjangkau pemimpin.

"Jadi enggak usah lagi ngomongin Freeport atau Newmont. Semua bisa disampaikan langsung ke presiden, pemerintah. Ini keterbukaan yang kita harus siap antisipasi," tandasnya. (Kompas.com)

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help