TribunPekanbaru/

Pilgub Riau 2018

Berebut Berteduh di Pohon Beringin (Bagian 1)

Hal yang paling pasti saat ini adalah menjelang helat pilgubri, suhu politik sudah memanas sepanas udara langit di atas Bumi Lancang Kuning

Berebut Berteduh di Pohon Beringin (Bagian 1)
istimewa
Bagus Santoso 

Oleh: Bagus Santoso,
Praktisi Politik, Anggota DPRD Provinsi Riau

MENDEKATI tahapan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri), Angin semakin kencang menerpa rindangnya pohon beringin lambang Partai Golkar di Riau.

Masa bakti Andi Rachman menjadi gubernur akan habis masa jabatan pada tanggal 19 Februari 2019. Namun pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah, sesuai jadwal KPUD dimajukan 8 bulan lebih cepat yaitu tanggal 27 juni 2018.

Sangat wajar kalau aroma persaingan terjadi di internal Golkar tetapi juga merata pada partai politik ( parpol) lainnya. Khusus untuk Golkar sememang patut diperebutkan karena Golkar di Riau masih seksi dan tetap berdaun rindang.

Terbukti Pemilu Legislatif tahun 2014 Golkar masih berjaya menjadi pemenangnya dengan merebut 14 kursi dari 65 kursi di gedung DPRD Riau. Golkar masih lumayan gagah dengan 14 kursi meski turun 1 kursi jika jika dibandingkan hasil pemilu sebelumnya tahun 2009 mendapat 15 kursi. Dengan modal 14 kursi Golkar sudah cukup syarat untuk melayarkan perahu sendiri mengusung kader Golkar menuju kancah perebutan kursi Riau satu.

Berdasarkan peluang tersebutlah sedikitnya 4 kader Golkar potensial berusaha keras untuk mendapatkan surat dukungan dari induk semang DPP Golkar dengan ketua sekarang Setyo Novanto ( Setnov).

Ke- empat orang kuat Golkar yakni Andi Rachman Ketua Golkar Riau, berikutnya Haris, Yopi Arianto, Syamsuar masing- masing Sebagai Ketua Golkar yang juga menjabat sebagai Bupati Pelalawan, Bupati Inhu dan Bupati Siak.

Baru- baru ini terdengar kabar pemberitaan di media, bahwa DPP Golkar lebih memilih Andi Rachman sebagai calon Gubernur Riau 2018-2023. Kabar ini tentu menjawab teka- teki yang selama ini menjadi bahan analisa dan tarik- tarikan sesama kader Golkar.

Dari awal banyak yang memprediksikan Andi Rachman sebagai ketua Golkar Riau lebih berpeluang di calonkan Golkar tersebab faktor incumben. Hanya saja selama proses waktu menunggu kepastian tak terelakkan ' perang dingin ' sesama kader di bawah pohon beringin.

Keputusan DPP Golkar sempat tertunda- tunda. Pada awalnya dijanjikan akan diputuskan bulan juli yang lalu. Sebagaimana dikatakan langsung oleh Setnov saat berkunjung ke Dumai pada Juni. Setnov juga menegaskan bahwa dasar DPP Golkar akan menetapkan dukungan berdasarkan survei. Kalau surveinya bagus, ya kita dukung begitulah Setnov mengatakan pada waktu itu.

Halaman
1234
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help