TribunPekanbaru/

Pilgub Riau 2018

Berebut Berteduh di Pohon Beringin (Bagian 2-Habis)

Ada tiga prediksi Pilgubri 2018. Pertama ada tiga pasang calon yang berlaga 2 pasang diantaranya kader Golkar. Kedua sedikitnya akan ada 4 paket

Berebut Berteduh di Pohon Beringin (Bagian 2-Habis)
istimewa
Bagus Santoso 

Oleh: Bagus Santoso,
Praktisi Politik, Anggota DPRD Provinsi Riau.

LALU apa kata Yopi Arianto dan Syamsuar, khusus Yopi kader Golkar yang selalu membayang- bayangi pada setiap lembaga survey. Dengan santun Yopi mengatakan meskipun dirinya sudah siap lahir batin untuk maju pada pilgub tetapi akan melihat situasi dan dinamika politik yang selalu berubah dengan dinamisnya.

Yopi Arianto mantan anggota DPRD Riau yang juga Bupati Inhu dua periode terus melakukan penjajakan dan memohon kelapangan dada dari para seniornya di Golkar jika pada akhirnya dia ikut bertanding. Hal yang sama juga di katakan oleh Syamsuar Ketua Golkar Siak dan juga menjabat Bupati 2 periode.

Yopi Arianto dan Syamsuar sama- sama mempunyai basis masa yang ril dan dikabarkan sudah mendapat signal lampu hijau dari parpol antara lain PAN, PDIP, PKS, PKB, Hanura dan yang lainnya. Dari ke empat kader Golkar yang muncul di survey. Sosok paling menarik untuk di sorot adalah Yopi Arianto, karena Yopi kader muda Golkar yang selalu muncul namanya dalam setiap survei. Disamping diketahui punya basis dukungan yang riil dari paguyuban Jawa.

Melihat hasil survei, Yopi Arianto menjadi kartu joker di kancah pergumulan politik saat ini. Yopi yang pada pencalonan Bupati tidak diusung Golkar jelas punya basis masa sebagai kader Golkar. Disamping itu Yopi juga memiliki kedekatan persahabatan dengan PDIP, PAN, PKS dan Perindo. Terbukti pada pencalonan sebagai ketua Golkar Inhu Yopi tidak diusung Golkar melainkan oleh parpol lain.

Jika paket Jagoan dari Golkar tetap sesama kader golkar alias Golkar- Golkar, maka posisi Yopi jika rela menjadi wakil Gubernur maka menentukan semua calon. Bisa jadi pasangan itu Haris - Yopi, Andi - Yopi atau Syamsuar - Yopi.

Lain halnya jika tidak terjadi paket Golkar - Golkar, maka tokoh politisi muda yang pernah dinobatkan sebagai Bupati termuda se Indonesia saat menjadi Bupati Inhu peiode pertama. Sosok Yopi berpotensi menjadi 'kuda hitam' untuk bertarung merebut kursi Gubernur, paket Yopi dangan kader PDIP. Paket Yopi - kader PAN. Yopi - kader Gerindera atau Yopi - Demokrat. Peluang untuk maju sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur sangat besar.

Dengan melihat hasil survei Indo Barometer dari tiga orang kader Golkar elektabilitas Andi berada pada urutan nomor dua di bawah Haris lalu Yopi. Jika 3 orang tidak menemukan chemistry berpaket maka membuka 'lapak' tiga kader Golkar bertempur merebut kursi Gubernur.

Namun dari sejarah Golkar Riau yang selalu memaketkan sesama kadernya, berkemungkinan DPP Golkar 'memaksa' Andi digandengkan dengan Syamsuar, Haris atau Yopi. Persoalannya muncul apakah Syamsuar, Haris dan Yopi mau dijodohkan.

Dari hasil pengamatan selama proses sosialisasi terlihat ke empat orang kader Golkar saling berkunjung baik dalam agenda kerja maupun loby politik. Namun dari gestur tubuh yang diperlihatkan Hanya Haris - Yopi yang terlihat kompak dan saling mendukung. Boleh jadi meskipun Haris dan Yopi sebagai kader Golkar meski tidak di didukung Golkar akan berpasangan dengan mesra.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help