TribunPekanbaru/

Wawako Dumai: Jangan Terprovokasi Dugaan Penistaan Agama Islam di FB Charles DoAnkzz

"Kami imbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan hal ini. Apalagi perkara ini sudah ditangani oleh Polres

Wawako Dumai: Jangan Terprovokasi Dugaan Penistaan Agama Islam di FB Charles DoAnkzz
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM,DUMAI - Masyarakat Kota Dumai diimbau untuk tidak terprovokasi dengan adanya dugaan penghinaan Islam oleh pria berinisial RC. Ia diduga sudah menghina Islam lewat akun Facebook miliknya, Charles DoAnkzz. Lewat akun tersebut ia menulis kalimat menghina Islam di laman diskusi Anak Medan Kompak Sedunia.

"Kami imbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan hal ini. Apalagi perkara ini sudah ditangani oleh Polres Dumai," ujar Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo kepada Tribun, Selasa (12/9/2017).

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat biaa menghormati proses hukum yang kini dijalani oleh RC. Apalagi saat ini RC masih berstatus sebagai saksi dalam perkara dugaan penistaan agama. Sehingga ia mengajak masyarakatuntuk tidak mudah menyimpulkan permasalahan ini.

"Jadi intinya jangan simpulkan begitu saja. Teliti dulu informasi yang diterima dan jangan terprovokasi," terang Politikus Partai Demokrat ini.

Sebelumnya, Wakapolres Dumai, Kompol Dhana Ananda menyebut siap menindaklanjuti proses hukum pemilik akun Facebook di Dumai, yang diduga menghina Agama Islam. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian butuh pembuktian materil dalam perkara yang melibatkan pria berinisial RC. Apalagi media yang digunakan jejaring Facebook, sehingga proses pembuktian butuh proses.

"Jadi kita akan identifikasi akun ini milik pelaku atau tidak. Apalagi kita butuh analisa mendalam," terang Dhana saat berdialog dengan Massa Gabungan Oralganisasi di Dumai, yang datang mempertanyakan proses hukum penghina Islam di Mapolres Dumai, Senin kemarin

Pelaku sendiri sudah diperiksa sebagai saksi, sehingga belum dilakukan penahanan terhadap RC. Sebab sampai saat ini belum terbukti melakukan penghinaan terhadap Islam lewat akun Facebook miliknya. Maka pihak kepolisian meminta waktu untuk menuntaskan perkara yang sangat sensitif. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help