TribunPekanbaru/

Begini Keadaan Angkatan Kerja Riau Tiga Tahun Terakhir

BPS Riau mencatat angkatan kerja Provinsi Riau pada Februari 2017 sebanyak 3,13 juta orang dimana

Begini Keadaan Angkatan Kerja Riau Tiga Tahun Terakhir
Tribunpekanbaru/David Tobing
Ratusan Tenaga Kerja kontrak sektor migas, BOB PT. Bumi Siak Pusako (BSP) - Pertamina Hulu melakukan mogok kerja di area Cek Point, tepat di samping pintu masuk Kantor BOB PT.BSP-Pertamina Hulu, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Mogok kerja Para peker kontrak ini dikarenakan hingga kini belum menerima Rapel UMPSP, seperti yang pernah yang dijanjikan perusahaan kepada pekerja, Selasa (17/9).

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Firmauli Sihaloho

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Heni Nainggolan memiliki catatan tersendiri mengenai kondisi angkatan kerja Bumi Lancang Kuning selang tiga tahun terakhir. Berikut ulasan nya.

BPS Riau mencatat angkatan kerja Provinsi Riau pada Februari 2017 sebanyak 3,13 juta orang dimana jumlah angkatan kerja laki-laki berjumlah 2,01 juta orang (64,16 persen) dan perempuan sebanyak 1,12 juta orang (35,84 persen).

Jumlah angkatan kerja tersebut meningkat dari Februari 2015 (2,97 juta orang) dan Februari 2016 (2,98 juta orang).

Dari jumlah angkatan kerja tersebut, penduduk Provinsi Riau yang bekerja sebanyak 2,95 juta orang, terdiri dari 1,90 juta orang (64,57 persen) pekerja laki-laki dan 1,04 juta orang (35,43 persen) pekerja perempuan.

Jumlah penduduk yang bekerja pun bertambah dari Februari 2015 (2,77 juta orang) dan Februari 2016 (2,80 juta orang).

Jumlah penduduk yang bekerja Periode Februari 2017 terlihat bertambah sebanyak 146 ribu orang (5,23 persen) dibanding Periode Februari 2016.

Sejalan dengan perbaikan ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2017 Provinsi Riau menjadi sebesar 5,76 persen, terlihat menurun dari TPT Februari 2015 yang mencapai 6,72 persen dan TPT Februari 2016 yang mencapai 5,94 persen.

Namun jika dibandingkan antar periode, terlihat bahwa periode Februari terdapat jumlah pengangguran lebih besar dibandingkan periode Agustus.

Hal ini biasa terjadi karena tahun ajaran pendidikan yang berakhir sekitar Bulan Juli, sehingga berdampak pada jumlah pengangguran.

Dari hasil pendataan Februari 2017, sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan menempati posisi teratas dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 1,19 juta orang (40,56 persen).

Namun sektor tersebut mengalami penurunan sebesar 0,88 poin dibanding Februari 2016. (*)

Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help