TribunPekanbaru/

Gubernur Susah Tahu Ada ASN yang Nyambi Jadi Calo Pegawai

Kita taati aturan sajalah. Jika memang terbukti menipu ya tentunya harus dipecat, "ujar Gubernur Riau

Gubernur Susah Tahu Ada ASN yang Nyambi Jadi Calo Pegawai
Ist
Siswa-siswa Darma Yudha yang berhasil meraih beberapa medali dalam Olimpiade Sain Nasional (OSN) ke 13, berfoto bersama dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman usai kegiatan. 

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengaku baru mendapatkan informasi terkait adanya praktek manipulasi percaloan yang dilakukan oknum pejabat Antony Lutfi di Pemprov Riau.

Menurut Gubernur Pemprov harus tegas terhadap pelaku yang melakukan penipuan terhadap masyarakat dengan cara memintai uang tersebut. Jika terbukti sah melakukan penipuan harus dipecat.

"Kita taati aturan sajalah. Jika memang terbukti menipu ya tentunya harus dipecat, "ujar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Rabu (13/9).

Gubernur juga mengingatkan kepada oknum lainnya untuk tidak melakukan penipuan karena akan merugikan sendiri terhadap pejabat bersangkutan.

"Jadi yang lain juga harus ditindak tegas kalau memang ada yang lain juga. Karena harus ditindak tidak bisa main main zaman sekarang ini, "ujar Andi.

Sementara itu Pemprov Riau ditegaskan kepala BKD Riau Ikhwan memang terus memonitor persoalan-persoalan serupa. Bahkan Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi diceritakannya sudah meminta calo tersebut (Antony Lutfi) untuk diproses ke Inspektorat. Hingga disiapkan berkas pemberhentiannya atas kasus yang sudah mencemarkan instansi pemerintahan.

"Kita juga menunggu surat penanganan yang bersangkutan dari Polres. Agar langsung dikeluarkan pemberhentian sementara. Memang Pak Sekda minta langsung diproses ke Inspektorat, agar bisa jadi dasar memberhentikan," tegas Ikhwan.

Ikhwan menambahkan sesuai instruksi Sekda bukan saja melihat persoalan sampai di Antony Lutfi saja. Namun beberapa nama diakuinya sedang didata sekarang ini yang terindikasi atas laporan-laporan di internal pemerintahan sebagai calo. Diakuinya ada dua nama lain yang sedang disorot Pemprov Riau.

"Masih ada nama lain dan sudah ada laporan langsung kepada pak Sekda. Jika ada indikasi calo nama-nama lain kita data. Informasi nya di lingkungan Setdaprov (Kantor Gubernur, red) mainnya," cerita Kepala BKD Riau.

Atas persoalan membayar sejumlah uang sebagai pegawai honor. Pemprov berharap agar masyarakat jangan percaya begitu saja. Karena sepenuhnya yang demikian adalah kebohongan semata.

"Jangan sampai percaya, kalau ada yang ngaku-ngaku bisa masukkan sebagai honor. Apalagi jual-jual nama saya, Sekda atau Pak Gubernur. Lapor saja langsung kalau ada," tegas Ikhwan.

Sementara itu Kepala Inspektorat Provinsi Riau Evandes fajri juga menyebutkan pihaknya akan memproses nama yang diduga melakukan praktek penipuan calon masuk pegawai di Pemprov Riau. (*)

Penulis: Nasyuha
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help