TribunPekanbaru/

Eksklusif

Imigran di Pekanbaru Jual Jatah Makan

Sejumlah imigran di Pekanbaru melakukan aktivitas berdagang dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah imigran di Pekanbaru melakukan aktivitas berdagang dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Uniknya, barang dagangan mereka adalah jatah makan yang disuplai oleh organisasi pengungsi internasional atau International Organization for Migration (IOM).

Seperti yang Tribun dapati saat menyusuri aktivitas berdagang para imigran di Jalan Utama/Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Selasa (5/9/2017) lalu.

Saat itu seorang imigran laki-laki setengah baya, menuntun sepeda yang di bagian belakangnya tampak bungkusan plastik.

Baca: Ibu Hamil Ditemukan Tewas Dibuang Terbungkus Plastik, Perutnya Dibelah, Ini Nasib Bayinya

V, imigran asal Afganistan, setiap bertemu warga maupun warung yang dilewati, menawarkan dagangannya berupa bawang putih.

V yang tinggal di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru ini membawa dua kantong bawang putih yang masing-masing memiliki berat 2 kilogram.

Harga yang ditawarkannya cukup murah, berada di bawah harga pasar.

"Barang-barang (bawang putih) ini jatah untuk keluarga saya, kami tidak makan ini makanya dijual," ungkap V saat ditanyai dari mana mendapatkan bawang putih itu.

Menurut V, barang dagangan tersebut maupun uang saku untuk biaya hidup sehari-hari diterima dari IOM.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help