TribunPekanbaru/

LPA Riau Akan Dampingi Anak yang Menjadi Korban Pelecehan Seksual Pemuda Berinisial FP

"Dari informasi yang kita dapat, ada dua orang anak yang menjadi korban. Nanti akan kita dalami,

LPA Riau Akan Dampingi Anak yang Menjadi Korban Pelecehan Seksual Pemuda Berinisial FP
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menanggapi kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemuda berinisial FP (20) terhadap beberapa anak yang menjadi korbannya, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau berjanji akan terus memantau perkembangan kasusnya.

LPA juga akan melakukan upaya pendampingan dalam melakukan pemulihan dan rehabilitasi mental anak yang menjadi korban tersebut.

"Dari informasi yang kita dapat, ada dua orang anak yang menjadi korban. Nanti akan kita dalami, bagaimana pelaku dalam melakukan aksinya. Kita juga akan berupaya melakukan pemulihan atau merehabilitasi mental korban," ujar Ketua LPA Riau Ester Yuliani melalui Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Nanda Pratama Tanjung saat diwawancarai Tribun, Rabu (13/9/2017)

Karena kata Nanda,  jika aksi yang dilakukan benar adanya, si anak yang menjadi korban akan diliputi rasa trauma yang mendalam.

"Untuk itu kita akan coba lakukan upaya maksimal untuk merehabilitasi psikis korban. Sembari juga memberikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasusnya," tegas Nanda.

Sementara itu, pelaku berinisial FP (20) sendiri, akhirnya sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan mendalam.
Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (13/9/2017) siang.

"Setelah dilakukan gelar perkara, akhirnya statusnya dinaikkan menjadi tersangka," tegas Bimo.

Sejauh ini Bimo menerangkan, ada dua anak yang menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan pelaku.

Adapun saksi yang diperiksa berjumlah empat orang.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help