TribunPekanbaru/

Kakanwil Kemenag Riau Datang Guru Bahasa Arab dari Mesir

Empat orang guru ini dikontrak selama tiga tahun, dan akan mengabdi di Madrasah Aliyah (MA).

Kakanwil Kemenag Riau Datang Guru Bahasa Arab dari Mesir
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Riau, Drs H Ahmad Supardi MA mendatangkan empat orang guru bahasa Arab dari Mesir. Empat orang guru ini dikontrak selama tiga tahun, dan akan mengabdi di Madrasah Aliyah (MA).

Seorang guru kontrak langsung dipertemukan dengan Kepala MA Negeri 1 Pekanbaru pada Rabu (13/9) di ruangan Kepala Kanwil Kemenag Riau. Hadir pada kesempatan itu Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Kabid Pakis Drs H Fairus, Kasubbag Inmas Dedi Sahrul S Kom Msi, Kasubbag Umum H Darwison MA, dan H Janheri staf Bidang Pakis sebagai penerjemah bahasa Indonesia.

Pada kesempatan itu, Ahmad Supardi menyampaikan bahwa bahasa Arab sangat penting, karena bahasa Arab sarana utama untuk mempelajari Alquran dan hadist.

“Mata pelajaran Bahasa Arab diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina kemampuan siswa menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Arab, baik sebagai alat komunikasi secara lisan maupun tulisan. Kemampuan berbahasa Arab serta sikap positif terhadap bahasa Arab tersebut sangat penting dalam membantu memamahmi sumber ajaran Islam Alquran dan hadist serta kitab-kitab berbahasa arab yang berkenaan dengan Islam,” ungkap Ahmad Supardi.

Untuk itu, kata Supardi, perlu dipersiapkan untuk pencapaian kompetensi dasar berbahasa Arab. Guru Bahasa Arab dari Mesir ini akan mengabdi selama tiga tahun di Riau. Riau menjadi satu destinasi pengabdian empat orang tenaga pengajar dari Mesir untuk mengajar bahasa Arab. Empat orang tenaga pengajar tersebut akan ditempatkan di empat madrasah berbeda, antara lain di MAN 1, MAN Taluk Kuantan, MAN 2, dan di Pesantren Madd Darussalam Kabun Rohul

“Bahasa arab bukan hanya sekedar metode tapi bisa mengajak anak-anak madrasah bisa berbahasa Arab termasuk para gurunya. Bahasa Arab ini bisa menjadi bahasa sehari-hari mereka di madrasah atau pun di pondok pesantren. Jika sudah terbiasa menggunakan bahasa Arab dalam keseharian, maka otomatis akan terbiasa dan fasih berbahasa Arab. Bahasa arab bukan bahasa yang asing bagi warga Indonesia, hanya saja jarang dipraktikkan, apalagi 30 persen Bahasa Indonesia bersumber dari bahasa Arab,” jelas Ahmad Supardi.

Seorang guru dari Mesir, Ahmad Sodiq kepada Tribunpekanbaru.com mengaku, ia datang ke Riau guna mengembangkan pendidikan agama dan melakukan pendekatan syari’at Islam di MA. (nol)

Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help