TribunPekanbaru/

Polisi Malaysia Perbaharui Data Korban Tewas Kebakaran Madrasah Jadi 23 Orang

Polisi Malaysia mengklarifikasi jumlah korban jiwa yang jatuh dalam kebakaran pondok pesantren Darul Quran Ittifaqiyah di pinggiran ibukota Malaysia.

Polisi Malaysia Perbaharui Data Korban Tewas Kebakaran Madrasah Jadi 23 Orang
MyNewsHub
Suasana mencekam meliputi pusat tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Kuala lumpur yang terbakar pada Kamis dini hari (14/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia mengklarifikasi jumlah korban jiwa yang jatuh dalam kebakaran pondok pesantren Darul Quran Ittifaqiyah di pinggiran ibukota Malaysia, Kamis (14/9/2017).

Polisi Malaysia mengungkap data terbaru hanya 23 orang santri dan guru yang tewas dalam kebakaran tersebut.

Jadi bukan 24 orang sebagaimana mereka telah dinyatakan sebelumnya.

Kepala polisi Kuala Lumpur Amar Singh mengatakan mereka yang tewas dilahap si jago merah Kamis pagi terdiri 21 santri dan dua guru.

Ia katakan sebelumnya ada 22 santri.

Menteri Kesehatan Malaysia, S Subramaniam mengatakan 23 jenazah telah divisum Departemen forensik untuk diidentifikasi dengan DNA anggota keluarga.

Anggota Keluarga Korban meninggal dunia dalam kebakaran Pondok Pesantren Darul Qur'an Ittifaqiyah di pinggiran ibukota Malaysia, Kamis (14/9/2017).
Anggota Keluarga Korban meninggal dunia dalam kebakaran Pondok Pesantren Darul Qur'an Ittifaqiyah di pinggiran ibukota Malaysia, Kamis (14/9/2017). (AP). 

Jilatan api muncul dan langsung membesar pada Kamis pagi di pondok pesantren yang terletak di Jalan Datuk Keramat, Kuala Lumpur.

Petugas pemadam kebakaran dan saksi menggambarkan adegan horor dalam kejadian tersebut.

Pertama para santri menjerit untuk meminta bantuan tetangga yang hanya mampu menyaksikan tak berdaya.

Halaman
1234
Editor: Ariestia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help