TribunPekanbaru/
Home »

Video

News

VIDEO: Dua Terdakwa Korupsi Padamaran II Jalani Sidang di Pengadioan Tipikor Pekanbaru

Keduanya memiliki peran berbeda, terdakwa Ibus Kasri merupakan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Pemkab Bengkalis, dan Minton Bangun merupaka

Lporan Wartawan Tribunpekanbaru.com Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Sidang dugaan tindak pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan Jembatan Padamaran, Kabupaten Rokan Hilir kembali digelar, Rabu (13/9/2017) sore di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang kali ini mengagendakan mendengar keterangan kedua terdakwa selaku saksi bagi terdakwa lainnya, sekaligus mendengarkan keterangan mereka sebagai terdakwa.

Dua terdakwa yang duduk di kursi pesakitan pada perkara ini, Ibus Kasri, dan Minton Bangun.

Keduanya memiliki peran berbeda, terdakwa Ibus Kasri merupakan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Pemkab Bengkalis, dan Minton Bangun merupakan pihak rekanan dalam pembangunan jembatan. Ia merupakan Kontraktor pengawas proyek fisik tersebut.

Keterangan Minton Bangun terlebih dulu digali dalam persidangan. Dari keterangannya diketahui sejumlah Site Pile dan Slite on Pile mangkrak tidak termanfaatkan dalam proses pembangunan jembatan Padamaran II.

Baca: Terungkap, Politikus Golkar Indra J Piliang Sudah Konsumsi Sabu Selama Setahun

Hakim ketua dalam sidang ini, Kamazaro Waruwu juga meminta keterangan Minton perihal proses pencairan pengerjaan proyek jembatan tersebut yang harus melalui mekanisme persetujuan Kontraktor pengawas, dalam hal ini terdakwa Minton Bangun.

Dalam penjelasannya, Minton mengungkapkan jika mekanisme pencairan dilakukan dengan cara pengajuan dari kontraktor kepada user, atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum. Jika kontraktor pengawas menyatakan setuju dengan terlebih dulu melakukan kros cek pengerjan, maka pencairan pun dapat dilakukan.

Sementara itu, terdakwa Ibus Kasri yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Rohil menjelaskan proses pergantian desain jembatan setelah tiang pancang jembatan patah oleh arus air.

Total terdapat 77 Site Pile yang patah, dan sempat dibayarkan kepada kontraktor. Ibus Kasri mengetahui ini setelah persoalan ini masuk ke ranah hukum, saat dirinya diperiksa Kejaksaan Tingi (Kejati) Riau.

Dalam perkara ini telah ditemukan adanya dugaan kerugian negara. Hasil perhitungan auditor BPK menemukan kerugian negara senilai Rp 9,4 Miliar. Diketahui, penyidikan dalam perkara ini sudah berlangsung lama. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help