TribunPekanbaru/
Home »

Video

Sindikat Saracen

VIDEO: Mabes Polri Masih Kembangkan Kasus Ujaran Kebencian Saracen

"Kalau masalah saracen, dengan tertangkapnya AD kita kenakan pasal 27 atau 28. Yang bersangkutan sudah ditahan

Laporan reporter Tribunpekanbru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mabes Polri masih melakukan pengembangan terhadap kasus penyebar ujaran kebencian kelompok saracen.

"Kalau masalah saracen, dengan tertangkapnya AD kita kenakan pasal 27 atau 28. Yang bersangkutan sudah ditahan di Polda Metro Jaya karena Bareskrim pinjam tahanan disana," jelas Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rikwanto kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (13/9/2017)

Menurutnya berdasarkan penelusuran, Asma Dewi merupakan orang yang mentransfer uang sebesar 75 juta untuk dikirmkan kepada kelompok saracen.

"Untuk penahanan ibu AD ini karena ujaran kebencian dan kita sedang kembangkan terua untuk kedalamam daripada grup saracen ini. Uang darimana dan diberikan kepada saracen untuk apa saja. Apakah untuk target tertentu," paparnya lagi.

Baca: VIDEO: Striker Liverpool Ini Menangis Usai Imbang Lawan Sevilla, Reaksi Fans Mengejutkan!

Lebih lanjut disampaikanya, AD tidak masuk dalam organisasi saracen melainkan hanya sebagai pengguna jasa grup saracen untuk menyebarkan ujaran kebencian.

"Sementara ini dia tidak masuk dalam grup saracen tapi bisa dikatakan yang diduga memesan sesuatu dari saracen," katanya.

Seperti diketahui Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Asma Dewi di daerah Jakarta Selatan, Jumat (8/9/2017). Diketahui AD merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Gorontalo yang sedang berada di Jakarta yang sedang mengikuti kegiatan unjuk rasa peduli Rohingya.

Ia ditangkap atas dugaan menyebarkan konten ujaran kebencian dan penghinaan kelompok tertentu di akun Facebook miliknya. Dari pendalaman, diketahui Dewi memiliki hubungan dengan kelompok Saracen. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help