Inilah Penyebabnya Mengapa Dampak Gempa di Meksiko Makin Parah

Dampak buruk gempak terutama di Mexico City diperparah oleh kualitas tanah di wilayah itu.

Inilah Penyebabnya Mengapa Dampak Gempa di Meksiko Makin Parah
AFP
Gempa di Meksiko 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gempa berkekuatan 7,1 skala richter mengguncang Meksiko pada Selasa (19/9/2017).

Namun getaran yang ditimbulkan sangat hebat hingga meruntuhkan bangunan-bangunan dan menewaskan sedikitnya 149 orang.

Dampak buruk gempa terutama di Mexico City diperparah oleh kualitas tanah di wilayah itu.

Ahli seismologi menyebutkan getaran di Mexico City menjadi lebih banyak daripada yang mungkin terlihat di zona gempa lainnya seperti Los Angeles.

Mexico City dahulunya merupakan bekas bagian dari dasar danau kuno yang dipenuhi deposit tanah liat basah yang lunak.

Para ahli telah menyamakan struktur geologi tanah tersebut dengan "mangkuk Jello" yang akan bergetar hebat dalam sebuah gempa besar.

Dilansir ABC, ahli seismologi Lucy Jones dengan Caltech, mengatakan pusat gempa berada sekitar 80 mil timur Kota Meksiko dengan kedalaman sekitar 30 mil dari permukaan.

Pada gempa dengan ukuran itu, panjang patahan sekitar 30 sampai 40 mil.

"Mexico City adalah lokasi terburuk untuk gempa bumi," kata Jones kepada Eyewitness News.

"Tanahnya menguatkan getaran dengan faktor 100 atau lebih. Sebagai perbandingan, yang terburuk kita rasakan di LA adalah sekitar faktor 5," tambahnya.

"Seluruh dasar danau yang dibangunnya membuat keadaan semakin buruk setiap saat, saya tidak akan terkejut melihat banyak kerusakan akibat gempa ini," lanjut Jones.

Gempa Mexico City juga terjadi hanya 12 hari setelah gempa besar melanda lebih jauh ke selatan, di negara bagian Chiapas, menewaskan lebih dari 90 orang.

Gempa berkekuatan 8.1 pada 7 September ini terus menghasilkan ratusan gempa susulan di daerah tersebut.

Jones mengatakan sulit untuk menentukan apakah gempa hari Selasa di Mexico City akan dianggap sebagai gempa susulan pada gempa Chiapas pada 7 September. (*)

Penulis: Ariestia
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help