TribunPekanbaru/

Ternyata Sopir Ambulans Minta Rp 2 Juta untuk Antarkan Jenazah Bayi, Si Ibu Terpaksa Naik Angkot

Saat itu, petugas RSUDAM mengatakan ada perbedaan nama yang tercantum, antara kartu BPJS dengan nama yang tertera

Ternyata Sopir Ambulans Minta Rp 2 Juta untuk Antarkan Jenazah Bayi, Si Ibu Terpaksa Naik Angkot
Instagram
Seorang ibu menggendong mayat bayinya naik angkot. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, LAMPUNG - Ardiansyah, ayah bayi Berlin Istana, yang ditemui Tribun di Abung Timur, Rabu malam, menuturkan, awal permasalahan terjadi ketika ia mengurus administrasi kepulangan jenazah bayinya dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM).

Saat itu, petugas RSUDAM mengatakan ada perbedaan nama yang tercantum, antara kartu BPJS dengan nama yang tertera di bagian formulir pendaftaran.

"Nama yang tertera saat pendaftaran adalah Delpasari, sementara di kartu BPJS tertera Berlin Istana," kata Ardiansyah saat ditemui di rumah duka, Rabu malam. Delpasari adalah nama ibu sang bayi.

 
Petugas rumah sakit itu mengatakan, jika terjadi hal demikian, harus diurus ulang dan memakan waktu yang lama.

Di sela-sela negosiasi, oknum sopir ambulans meminta uang Rp 2 juta untuk memperpendek urusan.

Delpa, ibu korban, saat itu sudah berada di dalam mobil ambulans milik RSUDAM. Tetapi, oleh suaminya ia diminta turun, karena tidak memiliki uang sebagaimana yang diminta sang sopir.

"Istri saya yang gendong Berlin naik angkot," ujarnya.

Ketika di dalam angkot, kata Ardiansyah, ada seorang perempuan yang memberitahukan layanan Ambulans Gratis Pemkot Bandar Lampung.

Sopir angkot kemudian menelepon layanan ambulans tersebut.

"Saya sempat menunggu setengah jam hingga datangnya ambulans di Bundaran Radin Inten Rajabasa," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help