Wanita-wanita Rohingya Diperkosa Tentara Militer di Depan Anak-anaknya

Hampir semuanya mengatakan, pelaku adalah orang-orang berseragam yang mereka yakini sebagai anggota militer Myanmar.

Wanita-wanita Rohingya Diperkosa Tentara Militer di Depan Anak-anaknya
MUNIR UZ ZAMAN / AFP
Pasukan penjaga perbatasan Bangladesh bersiaga untuk mencegah para pengungsi Rohingya dari Myanmar memasuki wilayah negeri itu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Shamila mencengkeram tangan putrinya dengan sangat rapat sehingga berubah menjadi putih, saat menceritakan bagaimana tentara Myanmar memperkosanya.

Baca: 2.000 Ton Beras Dikirim Untuk Bantu Etnis Rohingnya

Shamila adalah salah satu warga Rohingya yang kini berada di kamp penampungan Reda, di Banglades. 

Dia bercerita tentang kejadian memilukan saat tentara Myanmar memperkosanya di depan anak-anaknya. 

Kisah semacam ini berulang kali terdengar dari mulut para pengungsiRohingya, yang ada di kamp-kamp penampungan.

Pengamat Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pun mengaku telah mendapati sejumlah korban perkosaan, pada mereka yang kabur dari kekerasan di Myanmar dalam beberapa pekan terakhir.

Hampir semuanya mengatakan, pelaku adalah orang-orang berseragam yang mereka yakini sebagai anggota militer Myanmar.

Kasus tersebut, menurut para ahli, hampir pasti merupakan "puncak gunung es", dari perkara serupa yang jumlahnya lebih banyak lagi.

Stigma sosial seputar korban pemerkosaan dan tantangan untuk menemukan tempat berteduh dan makanan, semakin menambah beban kaum perempuan yang menjadi korban.  

Shamila, bukan nama sebenarnya. Dia mengaku masih berdarah, bahkan hingga dia tiba di pengungsian di Banglades, meski telah berjalan kaki tiga hari.

Halaman
12
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help