TribunPekanbaru/

Bisnis

Bandara Silangit Beroperasi, Asita Riau: Ini Potensi Besar Bagi Pelaku Usaha Wisata

Dengan bandara ini, katanya jarak tempuh dari bandara utama Kualanamu ke Danau Toba sebagai destinasi wisata utama akan semakin pendek.

Bandara Silangit Beroperasi, Asita Riau: Ini Potensi Besar Bagi Pelaku Usaha Wisata
KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI
Panorama Danau Toba dari Bukit Siulakhosa di Pulau Samosir, Sumatera Utara 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Firmauli Sihaloho

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Beroperasinya Bandara Silangit di Sumatera Utara 2017 ini disambut baik pelaku usaha wisata di Pekanbaru.

Demikian dijelaskan Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Riau, Dede Firmansyah kepada Tribun, Rabu (27/9).

"Pastinya kita apresiasi dan bagi pelaku tours and travel ini tentu peluang serta berpotensi untuk dikembangkan," ujarnya.

Dengan bandara ini, katanya jarak tempuh dari bandara utama Kualanamu ke Danau Toba sebagai destinasi wisata utama akan semakin pendek.

Baca: Model Seksi Ini Dibunuh Suami, Mayatnya Diletakkan di Samping Bayinya

Baca: Ulu Kasok yang Punya View Seperti Raja Ampat Ditutup Kawat Berduri, Begini Reaksi Netizen

Jika dari Medan menuju Danau Toba itu membutuhkan waktu sekitar 6 jam, maka dari Silangit hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja.

"Apalagi pemerintah Pemerintah Kabupaten Samosir membuka rute Bus DAMRI dari Bandara Silangit ke Samosir. Maka akses nya semakin mantap," terangnya.

Sedangkan untuk pengunjung dari Pekanbaru, menurut Dede cukup banyak yang berwisata ke provinsi tetangga tersebut.

"Oleh karena itu, harapannya tentu ini peluang besar juga bagi Maskapai. Karena kita tahu Maskapai sekarang sudah banyak yang telah mempunyai pesawat baling-baling , jadi ini peluang untuk membuka rute ke Bandara-Bandara Ķabupaten di Negeri ini khususnya Sumatera, "pungkasnya.

Baca: VIDEO: Suami Istri Ini Kaget Saat Masuk Ruang Karaoke Lihat Cewek Kancing Bajunya Sudah Terbuka

Sebagai informasi tambahan, era pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla ini memilih 10 daerah wisata prioritas untuk dikembangkan.

Antara lain, Danau Toba, Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai. (*)

Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help