TribunPekanbaru/

Kepulauan Meranti

Anak Setatah Rangsang Barat akan Kelola Mangrove Jadi Ekowisata

Kepala Desa Anak Setatah, Rangsang Barat Zulhaidi, mengaku tertarik dengan potensi mangrove untuk dijadikan ekowisata Mangrove.

Anak Setatah Rangsang Barat akan Kelola Mangrove Jadi Ekowisata
Tribun Pekanbaru/Guruh BW
Kepala Desa Anak Setatah, Rangsang Barat Zulhaidi, Minggu (1/10/2017) mengaku tertarik dengan potensi mangrove untuk dijadikan ekowisata Mangrove. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Keasrian tanaman mangrove di Desa Anak Setatah, Rangsang Barat berdampak luas bagi masyarakat setempat.

Selain bisa melindungi pantai dari acaman abrasi dan buahnya dijadikan berbagai makanan dan minuman, kelestarian mangrove di Desa Anak Setatah juga berpotensi menjadi obyek ekowisata.

Kepala Desa Anak Setatah, Rangsang Barat Zulhaidi, Minggu (1/10/2017) mengaku tertarik dengan potensi mangrove untuk dijadikan ekowisata Mangrove.

"Banyak hewan liar disana, seperti lutung, bangau, burung udang yang mencari makan di hutan mangrove," ujar Zulhaidi.

Baca: Rumah Pria Bertato di Pekanbaru Digerebek Polisi, Ternyata Dia Kedapatan Sedang Melakukan Ini

Selain itu, biota laut juga sudah mulai berdatangan. Mulai dari siput, kerang dan kepiting kecil yang berwarna-warni.

Dijelaskan Zulhaidi, untuk mengelola mangrove tersebut rencananya akan mengalokasikan dana desa.

"Yang mengelolanya nanti bisa BUMDes," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi ketekunan Kadar Siono bersama kelompoknya yang tetap konsisten melestarikan mangrove di desanya.

"Sebelum Pokmaswas terbentuk, desa kami terancam abrasi. Sudah banyak warga yang dulunya tinggal di sekitar pantai harus pindah," ungkap Zulhaidi.

Ia meyakini, dengan adanya ekowisata Mangrove, pelestarian mangrove di desanya semakin maksimal.

Baca: Sempat Hilang, Daratan di Desa Ini Kembali Muncul, Ternyata Warga Lakukan Hal Sederhana

"Kita bisa menarik karcis dari pengunjung, uangnya kan bisa untuk pendapatan desa dan biaya pengelolaan," ujar Zulhaidi. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help