Masyarakat Antusias, Film Pengkhianatan PKI Sudah Diputar di 28 Titik di Dumai

Jumlah penonton yang memadati nonton bareng Film G 30 S PKI di Dumai, Sabtu (30/9/2017) malam di luar target pihak penyelenggara.

Masyarakat Antusias, Film Pengkhianatan PKI Sudah Diputar di 28 Titik di Dumai
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah warga melihat beberapa tempat bersejarah di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (29/9/2015). Tanggal 1 Oktober merupakan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sekaligus mengenang korban peristiwa G30S/PKI khususnya tujuh pahlawan revolusi. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM,DUMAI - Jumlah penonton yang memadati nonton bareng Film G 30 S PKI di Dumai, Sabtu (30/9/2017) malam di luar target pihak penyelenggara.

Awalnya ditargetkan 1000 orang, namun nyatanya jumlah penonton mencapai 2000 orang. Bahkan menjelang Minggu dinihari jumlah penonton terus bertambah. 

Antusias penonton terlihat sejak Sabtu petang, sebab mereka mulai memadati Taman Bukit Gelanggang. Apalagi pihak Kodim 0320/Dumai menyediakan dua layar berukuran besar untuk melihat langsung versi utuh film besutan Arifin C Noer itu.

Sehingga selama empat jam masyarakat menyaksikan perlakuan kejam PKI terhadap para perwira TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965 silam.

"Jumlah penonton yang hadir melebihi target awal. Kami senang masyarakat antusias menyaksikan film ini," ujar Dandim 0320/Dumai, Letkol Kav Rendra Siagian kepada Tribun, Minggu (1/10/2017) dinihari.

Menurutnya, antusias penonton tetap terlihat pada Sabtu malam kemarin. Padahal nonton bareng serupa juga digelar di beberapa titik di Kota Dumai sejak 22 September 2017 lalu.

Total hingga kemarin pemutaran film yang dirilis pertama kali tahun 1984 ini sudah diputar di 28 titik berbeda di Dumai.

Pemutaran film yang menghabiskan biaya hingga Rp 800 juga kembali diputar untuk memberi edukasi masyarakat tentang sejarah kelam Indonesia pada tahun 1965.

Saat itu PKI menghembuskan isu pembentukan dewan jendral yang diduga hendak mengambil alih kekuasaan Presiden RI, Soekarno. Sehingga mereka menculik dan menghabisi sejumlah Jendral dari TNI AD.

"Para kawula Muda Dumai mesti melihat pengkhianatan PKI terhadap Indonesia. Jadi para kawula muda dan masyarakat harus menolak hadirnya Paham Komunis di NKRI," tegas pria yang pernah bertugas di Kodam I/Bukit Barisan. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help