TribunPekanbaru/

Gelper Terindikasi Jadi Tempat Perjudian, Ini Respon Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pekanbaru

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Pekanbaru mengaku akan mengambil tindakan tegas

Gelper Terindikasi Jadi Tempat Perjudian, Ini Respon Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pekanbaru
TribunPekanbaru/Budi Rahmat
Razia yang dilaksanakan tim gabungan Polresta Pekanbaru di tempat hiburan malam dan gelanggang permainan (gelper), Jumat (22/9/2017) malam. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Pekanbaru mengaku akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang menyalahgunakan izin.

Termasuk pengusaha Gelper yang menjadikan tempat usaha sebagai arena perjudian.

"Kalau memang nanti terbukti menyelahi izin yang diberikan, kita bisa cabut izinnya dan kita tutup,"kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil, Senin (2/10).

Pihaknya mengaku sejak awal mengurus sudah mengingatkan kepada pelaku usaha untuk memenuhi aturan yang ada.

"Bahkan meraka kita minta membuat surat pernyataan untuk tidak menyalahgunakan izin yang kita berikan. Kalau izin yang kita berikan itu disalah gunakan, ya tanggung sendirilan resikonya, katanya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh pelaku usaha di Pekanbaru untuk taat terhadap aturan yang ada. Tidak hanya Gelper namun usaha lainya. Khusunya yang berkaitan dengan hiburan yang rawan terjadi penyalahgunaan izin.

Sebelumnya, Polresta Pekanbaru menetapkan tujuh orang tersangka dari pengrebekan gelanggang permainan (gelper) Galaxy Game di Jalan Kuantan Raya Kecamatan Sail Pekanbaru. Tiga dari tujuh tersangka tersebut dilakukan penahanan.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto mengatakan tiga orang tersangka yang ditahan yakni, A, A alias K serta R alias S.
Sedangkan empat orang yang tidak dilakukan penahanan menurut Bimo adalah pemain di lokasi tersebut.

"Tiga tersangka yang dilakukan penahanan adalah yang menukarkan voucher dengan uang, kemudian pengawas dan penerima voucher serta sebagai kasir voucher," terang Bimo, Jum'at (29/9/2017).

Baca: Warga Malaysia Bekerja di Pekanbaru, Apakah Perlu Buat KTP?

Sedangkan empat orang tersangka yakni, In, Her, Ad dan Ef menurut Bimo setelah dilakukan pemeriksaan hanyalah pemain.

Penggrebekan dilakukan tim dari Polresta Pekanbaru, Kamis (28/9/2017) malam di Galaxy Game Jalan kuantan Raya. Lokasi tersebut sudah dilakukan penyelidikan selama seminggu atas laporan adanya unsur judi.

"Jadi setelah dilakukan penyelidikan didapatkan informasi bahwa lokasi tersebut diduga terjadi tindak pidana perjudian. Modusnya menukarkan kupon atau voucher dengan uang," ungkapnya.

Barang bukti yang disita polisi dari pengungkapan tersebut, satu mesin ikan, mesin paman dan mesin piala atau papau. Kemudian juga didapatkan koin, voucher serta uang sejumlah Rp 37 juta lebih.(*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help