TribunPekanbaru/

Peduli Dunia Pendidikan, Begini Komitmen RAPP untuk Sekolah Kejuruan

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, perlu diantisipasi dengan pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi kebutuhan pasar kerja.

Peduli Dunia Pendidikan, Begini Komitmen RAPP untuk Sekolah Kejuruan
Foto/Istimewa
Manajemen RAPP bersama Kepala Sekolah SMKN 1 Pangkalan Kerinci (dua dari kanan), SMK Muhammadiyah Pekanbaru (tiga dari kanan) berfoto bersama Menteri Pendidikan Muhajir Effendy seusai penandatanganan program pendidikan vokasi industri dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Medan (2/10/2017). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MEDAN – PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kembali menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah kejuruan yang ada di Riau.

Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap dunia industri, Pendidikan dan ekonomi. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kompetensi yang sesuai dan selaras (link and match) dengan industri, dalam rangka menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

Secara simbolis, perusahaan pulp dan kertas ini menyerahkan bantuan sebanyak 10 unit peralatan komputer untuk masing-masing SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci dan SMK Muhammadiyah Pekanbaru.

Komitmen bilateral tersebut diimplementasikan dalam Memorandum Of Understanding (MoU) tentang Pembinaan dan Pengembangan SMK Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri yang dilakukan Menteri Koordinator Perekonomian Dadmin Nasution, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Pendidikan, Muhajir Effendy di Medan, Senin (2/10/2017).

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri dalam Rangka Membangun Link and Match antara SMK dengan Industri di Sumatera Bagian Utara (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau) mengatakan, pembangunan industri nasional membutuhkan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.

"Tujuannya untuk mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing industri," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang semakin spesifik, perlu diantisipasi dengan pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja. Tentunya, ucapnya, melalui pembangunan link and match antara pendidikan vokasi dengan industri.

"Program pendidikan vokasi industri juga sesuai dengan Intruksi Presdien Nomor 9 Tahun 2016, tentang Revitalisasi SMK," katanya.

Kepala Sekolah Nurasiah MPd dan Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Pekanbaru, Bidumansyah MPd sangat senang dengan bantuan dari RAPP dan program advokasi pemerintah. Menurut mereka progam ini turut menbantu kebutuhan industri dan mengurangi pengangguran.

Direktur Utama RAPP Rudi Fajar mengatakan kerjasama yang dilakukan perusahaan pulp dan kertas ini dengan SMK Muhammadiyah Pekanbaru dan SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci. Hal ini merupakan bentuk dari kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan dalam mencetak tenaga ahli untuk dunia industri dan meningkatkan perekomonian negara.

“RAPP memfasilitasi praktek kerja industri bagi siswa SMK dan pemagangan industri bagi guru sesuai dengan program keahlian, memfasilitasi penyediaan instruktur dari industri sebagai pembimbing praktek kerja industri bagi siswa SMK dan magang bagi guru, memfasilitasi penyediaan sarana prasarana praktek kerja industri dan pemagangan (workshop, laboratorium, training center, teaching factory serta mengeluarkan sertifikat telah mengikuti praktek kerja industri dan/atau pemagangan industri,” ujarnya.

Tidak hanya kerjasama dalam hal ini, RAPP juga memberikan beasiswa kepada siswa SMK kurang mampu namun berprestasi di lima kabupaten di Riau, yakni Kabupaten Pelalawan, Siak, Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti. (rls)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help