TribunPekanbaru/

Divonis Tak Punya Harapan Hidup, Bayi Babu Tunjukan Keajaiban Selama 2 Bulan

Kondisi ini tergolong langka yang menyebabkan dia terlahir dengan kepala datar dan kantung di bagian belakang lehernya.

Divonis Tak Punya Harapan Hidup, Bayi Babu Tunjukan Keajaiban Selama 2 Bulan
Daily Mail/Caters News Agency
Anak laki-laki, Babu menderita encephalocele 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Babu, bayi berusia dua bulan dari India lahir dengan kelainan memiliki otak di luar kepalanya.

Meskipun dokter memvonis nyawa Babu tak akan lama, namun anak dari pasangan Jyotsna dan Jhontu Das ini menunjukkan sebuah keajaiban.

Ia bisa bertahan hidup hingga usia dua bulan.

Seperti dilansir Daily Mail, saat dalam kandungan, sang ibu, Jyotsna pernah melakukan pemeriksaan ultrasound. Hasilnya tak menunjukkan anaknya memiliki kelainan langka seperti ini.

Namun kemudian, dokter di National Medical College di Kolkata mengatakan bahwa anak yang dikandungannya itu memiliki kelainan kepala yang besar.

Anak laki-laki, Babu menderita encephalocele
Anak laki-laki, Babu menderita encephalocele ()

Dokter menjelaskan bahwa kelainan ini masih bisa diatasi dan bisa dilakukan perawatan setelah bayinya lahir. Akan tetapi kenyataan berkata lain ketika bayi itu lahir.

Bayi laki-laki yang diberinama Babu ini lahir dengan kelainan Anencephaly. Yaitu sebuah kondisi dimana otak anak berada di luar tengkorak.

Kondisi ini tergolong langka yang menyebabkan dia terlahir dengan kepala datar dan kantung di bagian belakang lehernya.

Dr Pitboron Chokroborty dari pihak rumah sakit mengatakan bahwa bayi Babu lahir dengan kondisi otak di luar tengkorak.

"Bayi lahir dengan otak di luar tengkoraknya. Hal ini terjadi karena penyakit langka yang disebut anencephaly. Ini adalah kasus kelainan bentuk yang ekstrem dan tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan anak itu. Kami tidak berdaya. Karena jika kita membawanya ke meja operasi dia a,kan mati saat ini juga," katanya.

Dokter juga telah menawarkan untuk merawat Babu, namun orang tua menolak tawaran mereka dan malah memutuskan untuk menahannya di rumah untuk menjaganya.

Halaman
12
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help