TribunPekanbaru/

Indragiri Hilir

Luar Biasa, Sabut Kelapa Inhil Ternyata Primadona Impor

Sabut kelapa Inhil ternyata juga telah menunjukan kelasnya sebagai bahan baku berkualitas impor.

Luar Biasa, Sabut Kelapa Inhil Ternyata Primadona Impor
tribunpekanbaru/T.MuhammadFadhli
Ketua AISKI Pusat Efli Ramli saat menghadiri temu bisnis Festival Kelapa Internasional di Kabupaten Inhil September lalu 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Tidak hanya memiliki hamparan kebun kelapa yang luas saja, kualitas kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga tidak perlu diragukan lagi, bahkan memiliki kualitas nomor wahid.

Selain isi buahnya yang dimanfaatkan untuk bahan baku konsumsi seperti kebanyakan pada saat ini, sabut kelapa Inhil ternyata juga telah menunjukan kelasnya sebagai bahan baku berkualitas impor.

Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), menemukan jika sabut kelapa Inhil sesuai dengan kriteria yang diminta oleh importir.

Baca: Jenazah Nenek Tiamah yang Ditemukan Terkubur di Dalam Kamar Dikebumikan Hari Ini

Baca: Kejati Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Tipikor Lampu Pemko Pekanbaru

Ketua AISKI Efli Ramli menuturkan, sebagai pelaku usaha sabut kelapa, untuk menjual sabut dirinya harus menyiapkan kualitas yang sesuai dengan permintaan importir, dan jika dibandingkan dengan India dan Sri Lanka yang notabene juga negara penghasil kelapa, menurutnya kualitas Inhil lebih baik kualitasnya.

“Importir semuanya, importir saya ada dari Italia, Jepang, lokal pun banyak, lokal sini banyak, terus ada juga dari UK. Itu (importir) semua persyaratannya sama dan hanya di Inhil saya temukan spesifikasi yang diinginkan importir itu,” ujar Efli kepada Tribun Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Baca: Terungkap! Begini Hasil Autopsi Jasad Nenek Tiamah, Ternyata Meninggal Dunia Karena. . . 

Baca: Nantang Setelah Ditegur Main Hape Saat Nyetir, Akhirnya Malah Syok Tahu Sosok Penegurnya

Selain itu, fakta mengenai sabut kelapa Inhil lainnya diungkapkan oleh Efli adalah, dirinya harus terlebih dulu menyortir untuk bahun baku yag berasal dari luar Inhil, sementara menurut penelitiannya, bahan baku dari Inhil ini tidak perlu di sortir lagi.

“Itu (sabut) Inhil butiran – butiran besarnya diatas 80 persen, sementara di daerah lain butiran besar itu hanya 60 persen. Jadi butiran besar itu fungsi pokoknya menyerap air, semakin besar dia tentu semakin banyak air yang diserapnya dan itu yang dibutuhkan mereka (importir),” pungkasnya.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help