TribunPekanbaru/

Potensi Sabut Kelapa Inhil Masih Belum Terbisniskan, Ini Saran AISKI Kepada Pemerintah

Faktor yang membuat bisnis sabut kelapa belum menarik di Inhil adalah masalah cost (biaya) dari transportasi untuk mengirim barang yang mahal.

Potensi Sabut Kelapa Inhil Masih Belum Terbisniskan, Ini Saran AISKI Kepada Pemerintah
Tribun Pekanbaru/ T. Muhammad Fadhli
Ketua AISKI Pusat Efli Ramli saat menghadiri temu bisnis Festival Kelapa Internasional di Kabupaten Inhil September lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru ; T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Meskipun Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memiliki sabut kelapa berkualitas impor, namun bisnis sabut kelapa di Inhil masih belum menarik minat masyarakat.

Menurut Ketua Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) Efli Ramli, faktor yang membuat bisnis sabut kelapa belum menarik di Inhil adalah masalah cost (biaya) dari transportasi untuk mengirim barang yang mahal.

“Makanya bisnis ini menjadi tidak menarik di Inhil. Padahal di satu sisi dia punya nilai tambah, sementara disisi lain dia punya biaya akomodasi yang mahal,” ujar Efli Ramli kepada Tribun Pekanbaru dalam diskusi singkat beberapa waktu lalu.

Baca: Luka Parah Jadi Tato Seksi, Wanita dengan Bikini ini Diseret Motor dan Ditabrak Mobil

Dengan kondisi seperti ini, Efli pun menyarankan Pemerintah untuk menyediakan pelabuhan ekspor yang bisa digunakan masyarakat agar industri sabut kelapa yang sangat berpotensi di Inhil ini bisa berkembang.

“Kalau begini hanya ada satu solusinya, infrastruktur di inhil harus di benerin, minimal untuk daerah Riau ini harus ada pelabuhan eksporlah, jangan ke Batam atau Singapore karena itu biayanya mahal,” ucap Efli .

Selaku Ketua AISKI, Efli memiliki harapan besar agar Inhil harus dibangun industri sabut kelapanya, karena disamping peluangnya besar, industri ini juga menyerap tenaga kerja yang banyak.

Baca: Bawa Uang Pengobatan Anaknya, Pria ini Tewas Setelah Diperiksa Polisi

“Ini industri padat karya, sementara di Inhil ini dibakar (sabut) kata masyarakat. Dorongan saya minta pemerintah harus ada pelabuhan ekspor di Riau. Kalau masalah edukasi masyarakat, kita siap turun langsung membantu masyarakat,” pungkasnya.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help