TribunPekanbaru/

Terima Aduan Dua Desa Terkait Konflik Agraria, DPRD Inhil Akan Segera Panggil PT K3

Junaidi menuturkan, DPRD berjanji akan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak manajemen perusahaan

Terima Aduan Dua Desa Terkait Konflik Agraria, DPRD Inhil Akan Segera Panggil PT K3
IST
Komisi II DPRD Inhil terima aduan dua desa terkait Konflik Agraria dengan PT K3. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : T Muhammad Fadhli.

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) akan segera mungkin menyelesaikan konflik agraria yang melibatkan masyarakat dua desa di Kecamatan Tanah Merah dan PT Krisna Kereta Kencana (K3).

Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil, AMD Junaidi saat menyambut kedatangan masyarakat Desa Tanjung Baru dan Sungai Nyiur di Kantor DPRD Inhil, Senin (9/10/2017).

Junaidi menuturkan, DPRD berjanji akan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak manajemen perusahaan untuk mengklarifikasi informasi yang disampaikan oleh masayarakat.

Baca: Curah Hujan Tinggi, Banjir Tak Terbendung Di Desa Mumpa

“Kita akan segera melakukan pemanggilan terhadap perusahaan ini. Ini merupakan kepentingan masyarakat yang harus segera diselesaikan. Apalagi ini menyangkut penghidupan mereka,” ujar Junaidi.

Namun Komisi II meminta kepada perwakilan masyarakat yang hadir untuk menyiapkan kelengkapan data mengenai tuntutannya pada perusahaan.

“Sebelum memanggil perusahaan, perwakilan masyarakat kita minta siapkan data menyangkut tuntutan,” pinta Junaidi.

Kelengkapan yang dimaksud politisi Golkar ini antara lain meliputi bukti kepemilikan tanah kebun seperti SKT, SKGR atau sertifikat hak atas tanah, bukti pembayaran pajak tahunan, hingga bukti dokumentasi kerusakan akibat hama kumbang pasca beroperasinya PT K3 di daerah mereka.

Selanjutnya, Anggota Komisi II lainnya Muhammad Amin, menambahkan, permintaan masyarakat untuk menutup perusahaan tersebut memerlukan kajian yang lebih panjang dan mesti cermat.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help