TribunPekanbaru/

Kwarcab 04.02 Pramuka Inhil Kukuhkan Kepengurusan Gudep Pramuka 0708 Lapas Klas IIA Tembilahan

Susunan kepengurus majelis pembimbing dan pembina Gugus depan (Gudep) Pramuka 07.08 Lembaga Permasyarakatan (Lapas) klas IIA, Tembilahan

Kwarcab 04.02 Pramuka Inhil Kukuhkan Kepengurusan Gudep Pramuka 0708 Lapas Klas IIA Tembilahan
T. Muhammad Fadhli.
Ketua Gudep Pramuka 0708 yang juga Kepala Lapas Klas IIA Tembilahan Sudirwan (kiri) dan Ketua Kwarcab 04.02 Gerakan Pramuka Inhil menandatangani naskah pelantikan. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Susunan kepengurus majelis pembimbing dan pembina Gugus depan (Gudep) Pramuka 07.08 Lembaga Permasyarakatan (Lapas) klas IIA, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, masa bakti 2017-2020 resmi di kukuhkan, Selasa (10/10/2017).

Dengan telah dikukuhkannya kepengurusan ini, Ketua Gudep Pramuka 07.08 yang juga Kepala Lapas Klas IIA Tembilahan Sudirwan, mengucapkan terimakasihnya kepada Kwartir cabang (Kwarcab) 04.02 Gerakan Pramuka Inhil yang telah melaksanakan pengukuhan pengurus 07.08 Lapas Kelas IIA Tembilahan ini.

“Saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Kwartir cabang 04.02 Gerakan Pramuka Inhil dan pengurus yang telah mengukuhkan pramuka Lapas Kelas IIA Tembilahan ini,” Imbuhnya.

Ketua Kwartir cabang 04.02 Gerakan Pramuka Inhil Junaidy Ismail, S.Sos juga mengapresiasi keluarga besar Lapas kelas IIA yang telah menghubungi dan berkoorodinasi dengan Kwarcab 04.02 Gerakan Pramuka Inhil.

“Kami bangka terharu atas kepedulian kakak Sudirwan dan kakak-kakak lainnya untuk membentuk wadah kedepan yang ada di Lapas Tembilahan,” ucap Junaidi dalam sambutannya.

Melalui gerakan Pramuka ini, Junaidi yakin apa yang menjadi harapan pihak Lapas Tembilahan dapat diwujudkan dengan membina bersama saudara yang ada di Lapas yang saat ini sedang menjalani proses pembinaan dari pihak Lapas.

Baca: Selamatkan Pernikahannya, Pria ini Tabung Uang Koin Selama 2 Tahun dengan Hasil Mengejutkan

“Karena kita harapkan melalui gerakan Pramuka, dia tak mengenal tua dan muda. Dimana ada dua sebutan, ada dua hubungan interaksi manusia, Ananda bagi kakak yang siaga dan di bawah pembina Adik, nanti siapa penggalang penegak panggilan kita kakak. Pola dari itu dalam pergaulan hubungan yang sangat cair yang tidak formil,” ujarnya.

Kedepannya Junaidi berharap, proses pembinaan Kwartir akan membuka pintu untuk semua, sampaikan saja jika kurang tenang pelatih dan pembina, ini tanpa biaya.

“Semangat kita memakai kacu merah putih di leher ini rasa cinta kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI, juga artinya kita cinta sesama kita,” tandasnya.

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help