TribunPekanbaru/

Satpol PP Pekanbaru Bantah Tebang Pilih Tertibkan Reklame

Hanya saja untuk melakukan penertiban pihaknya tidak bisa melakukan seluruhnya. Sebab pihaknya terkendala anggaran dan jumlah personel.

Satpol PP Pekanbaru Bantah Tebang Pilih Tertibkan Reklame
TribunPekanbaru/Syahrul Ramadhan
Satpol PP Kota Pekanbaru menyegel sebuah cor-coran tiang diduga sebagai tiang reklame di dekat taman hijau depan kompleks MTQ. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satpol PP Pekanbaru membantah tudingan yang menyebut pihaknya tebang pilih dalam melakukan penertiban tiang reklame di Pekanbaru. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, Selasa (10/10) menyusul adanya tudingan sejumlah kalangan yang menyebut ada sejumlah reklame yang tidak tersentuh oleh petugas saat dilakukan penertiban.

"Tidak lah, kita tidak pernah tebang pilih. Ini tebang pilih yang seperti apa maksudnya," kata Zulfahmi.

Zulfahmi menegaskan, penertiban reklame yang dilakukan beberapa waktu lalu sudah dijadwalkan sejak lama. Namun karena keterbatasan anggaran dan personel, serta padanya sejumlah kegiatan yang harus dilakukan Satpol PP sehingga penertiban reklame baru bisa dilakukan secara bertahap.

"Sebentar lagi kita akan lakukan penertiban untuk tiang-tiang reklame yang lain. Intinya kalau mereka tidak memiliki izin, tentu kita tertibkan," ujarnya.

Hanya saja untuk melakukan penertiban pihaknya tidak bisa melakukan seluruhnya. Sebab pihaknya terkendala anggaran dan jumlah personel.

"Anggaran kita terbatas, penertiban reklame itu kan memerlukan biaya dan tenaga yang ahli, kalau petugas kita aja tidak bisa. Kita haru menggunakan pihak ketiga," sebutnya.

Sementara saat disinggung adanya oknum Satpol PP yang bermain mata dengan pemilik reklame agar tidak ditertibkan meskipun sebenarnya tiang reklame tersebut tidak memiliki izin, lagi-lagi Zulfahmi membantahnya.

"Siapa yang bermain, tidak ada itu. Dia (pelaku usaha reklame) yang bermain selama ini. Orang itu selama ini kan dalam posisi nyaman. Setelah kita lakukan penertiban mereka kurang senang dan membuat-buat alasan yang menyudutkan kita," katanya.

Jika pengusaha reklame tersebut patuh terhadap aturan dan tiang reklame yang mereka bangun dilengkapi dengan izin-izinya, maka pihaknya tidak akan menertibkan.

"Kalau mereka bilang tebang pilih, berarti punya dia juga tidak punya izin. Kalau tidak punya izin, cepat atau lambat pasti akan kita tertibkan, siap-siap saja. Kalau sekarang belum ditertibkan, tunggu saja tanggal mainya," pungkasnya.

Pihaknya kembali menegaskan, ada ribuan reklame ilegal di Pekanbaru. Untuk menertibkan seluruh reklame tersebut, menbutuhkan dukungan anggaran dan personel yang memadai. Sehingga saat ini penertiban baru dilakukan dalam skala kecil dan bertahap.

"Untuk pencegahan, ini harus dilakukan dihulunya. Saat pelaku usaha mengurus izin harus disampaikan, mana lokasi yang boleh, dan mana yang tidak boleh dipasang reklame. Karena kalau dibiarkan, tentu jumlah reklame yang menyalahi aturan itu semakin banyak," paparnya.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help