TribunPekanbaru/

Terkait Keberadaan Reklame Ilegal di Pekanbaru, Bapenda dan Satpol PP Beda Pendapat

Sebab untuk merek toko, pada umumnya sudah terdaftar izinya saat pemilik tokonya mengurus izin usahanya.

Terkait Keberadaan Reklame Ilegal di Pekanbaru, Bapenda dan Satpol PP Beda Pendapat
TribunPekanbaru/Syahrul Ramadhan
Satpol PP Kota Pekanbaru menyegel sebuah cor-coran tiang diduga sebagai tiang reklame di dekat taman hijau depan kompleks MTQ. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru mempertanyakan pernyataan Kepala Satpol PP Pekanbaru terkait keberadaan ribuan reklame ilegal di Pekanbaru. Pihaknya mengklaim sebagian besar reklame di Pekanbaru termasuk merek toko sudah memiliki izin tayang dari Bapenda Kota Pekanbaru.

"Ini kan harus jelas dulu, reklame yang bertiang atau yang menempel di toko. Makanya saya ragu kalau jumlahnya sampai ribuan, ini perlu dicek lagi lah," kata Kepala Bidang (Kabid) Pendataan Bapenda Kota Pekanbaru, Andri Yulius, Selasa (10/10).

Sebab untuk merek toko, pada umumnya sudah terdaftar izinya saat pemilik tokonya mengurus izin usahanya.

"Jadi kalau ada masyarakat yang membuka toko kemudian mereka mengurus izin usahanya, itu reklamenya langsung kita daftarkan wajib pajak reklemenya," ujarnya.

Andri menegaskan, setiap pemilik toko yang memiliki izin usaha, maka secara otomatis reklame merek tokonya terdaftar sebagai wajib pajak reklame dan sudah ada izin tayangnya. Sehingga kecil kemungkinan merek toko yang tidak memiliki izin seperti yang disampaikan Satpol PP Pekanbaru.

Sementara untuk baliho bertiang, sebagian izinya dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Seperti izin fiskal dan IMB. Sedangkan untuk reklame yang bersifat insidentil, pelaku usaha cukup mengajukan izinya ke Bapenda lalu dikeluarkan izin tayangnya.

"Itu biasanya kalau event mereka mengajukan permohonan dan membayar pajaknya untuk beberapa hari. Tapi kalau untuk baliho bertiang, ada IMBnya yang dikeluarkan DPM PTSP. Kalau di Bapenda hanya mengeluarkan izin tanyang saja," katanya.

Namun saat ditanya berapa banyak reklame di Pekanbaru yang tidak memiliki izin tayang, Bapenda mengaku tidak memiliki datanya. Sebab selama ini para pemilik reklame mengajukan pembayaran pajaknya, setelah dibayarkan pajaknya baru dikeluarkan izin tayangnya.

"Tidak ada rincianya, paling yang ada sama kita hanya yang ada izin tayangnya saja. Kalau yang tidak ada izin tayangnya kita tidak ada datanya," katanya.

Namun sayang Andri tidak hafal berapa jumlah reklame yang sudah memiliki izin tayang di Pekanbaru. Dirinya berasalan, datanya ada disistem dan membutuhkan waktu untuk mengeceknya.

"Kalau baliho itu tidak banyak, tidak sampai ratusan. Yang banyak itu yang menempel di toko, merek-merek toko. Satu ruas jalan itu jumlahnya sampai ratusan," pungkasnya.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help