TribunPekanbaru/

Beratnya Medan Evakuasi Korban Banjir Desa Mumpa Menjadi Kendala BPBD Inhil

Sekitar 17 orang telah di evakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil dari lokasi banjir

Beratnya Medan Evakuasi Korban Banjir Desa Mumpa Menjadi Kendala BPBD Inhil
DokKodim0314Inhil
Anggota Koramil 03/Tempuling bersama BPBD Inhil bahu membahu mendistribusikan logistik untuk para pengungsi. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMPULING - Sekitar 17 orang telah di evakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dari lokasi banjir di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Rabu (11/10/2017).

Namun beratnya medan, membuat BPBD Inhil sedikit kesulitan untuk mengevakuasi warga.

Kepala BPBD Inhil, Yuspik, SH menjelaskan sulitnya jalur evakuasi korban. Dari posko Desa Mumpa Yuspik menerangkan, tim harus naik speedboat sekitar 20 menit, selanjutnya berganti naik pompong sekitar dua jam ke lokasi banjir.

“Jadi evakuasi kami itu terdiri dua cara, yaitu pompong dan speedboat. Karena ada lokasi yang tidak bisa masuk dan harus naik pompong. Itu jangkauannya sangat jauh, paling - paling sehari itu kita dapat 3 kali, pulang pergi karena jauh, tadi saya turun langsung ke lokasi,” ujar Yuspik kepada Tribun Pekanbaru melalui sambungan selulernya langsung dari posko desa mumpa.

Sementara itu untuk evakuasi ini, BPBD mengerahkan tiga armadanya yang terdiri dari 1 speedboad dan 2 perahu karet.

“Masyarakat membantu dengan naik pompong dan dibantu oleh armada kita,” ujar Yuspik.

Saat ini kondisi di pengungsian sendiri, Yuspik menuturkan, BPBD Inhil telah mendirikan 2 tenda induk besar, 3 tenda keluarga dan satu tenda operasional petugas.

“Kemarin kita dirikan satu dan sekarang satu lagi, tiga tenda keluarga dan menbawa satu tenda khusus untuk penanggulangan bencana atau tenda operasional,” tutur Yuspik.

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help