TribunPekanbaru/

PKL Dilarang Jualan di Jalur Lambat, Pemko Tak Ada Solusi Tempat Pemindahan

Pedagang mendesak Pemko untuk menyediakan tempat bagi mereka berjualan jika tidak digusur dari lokasi tersebut.

PKL Dilarang Jualan di Jalur Lambat, Pemko Tak Ada Solusi Tempat Pemindahan
TribunPekanbaru/Syaiful Misgiono
Penertiban PKL di Pasar Pagi Arengka 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Perindustrian dan Perdagang (Disperindag) Kota Pekanbaru mengaku belum memiliki solusi terkait penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di jalur lambat pasar pagi Arengka. Sebab pihaknya belum bisa memberikan lahan yang pasti kemana pedagang tersebut akan dipindahkan.

"Memang kita akui untuk penataan PKL yang berjualan di jalur lambat pasar pagi arengka itu belum ada solusi yang kongkrit dari kita," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Rabu (11/10).

Pengakuan tersebut menyusul belum ada lokasi pasar resmi yang bisa menampung PKL yang berjualan di jalur lambat tersebut. Sementara pedagang mendesak Pemko untuk menyediakan tempat bagi mereka berjualan jika tidak digusur dari lokasi tersebut.

"Mau kita pindahkan ke pasar selasa yang di Simpang baru disana juga penuh, tidak mungkin lagi ditambah. Kita sedang coba komunikasikan dengan pengelola pasar Pagi Arengka agar bisa menampung sebagian PKL ini kedalam. Yang jelas mereka tidak diperbolehkan lagi berjualan di jalur lambat," katanya.

Pihaknya berharap sebagian PKL yang berjualan di jalur lambat bisa ditampung masuk kedalam pasar pagi arengka. Sehingga mereka tidak lagi berjualan di jalur lambat.

"Kita sudah lakukan mediasi antara PKL dengan pengelola pasar pagi arengka. Berapa yang bisa ditampung dan berapa biaya sewa lapaknya. Mudah-mudahan nanti ada titik temu," kata Ingot seraya menyebut jika pasar pagi arengka merupakan pasar yang dikelola oleh pihak swasta, sehingga pihaknya tidak bisa terlalu jauh melakukan intervensi.

"Jumlah PKL yang berjualan di jalur lambat itukan sekitar 400 pedagang. Jadi kalau ditampung semua ke dalam pasar pagi arengka tidak akan cukup. Makanya kita minta mereka masuk ke pasar tradisional lain, salah satunya di pasar Palapa itu kan masih bisa," katanya.

Seperti diketahui, Satpol PP Kota Pekanbaru bersama tim yustisi lainnya kembali membersihkan jalur lambat pasar pagi Arengka, Rabu (11/10). Ini merupakan hari ketiga penertiban pedagang yang berjualan di jalur lambat pasar pagi arengka. Situasi penertiban PKL di jalur lambat pasar pagi arengka pada hari ketiga ini berlangsung memanas.

Sejumlah pedagang melakukan perlawanan saat barang dagangan miliknya akan diangkut petugas. Bahkan antara pedagang dan petugas nyaris terlibat bentrokan.

Pedagang menolak ditertibkan karena selama ini mereka mengaku sudah membayarkan uang keamanan. Bahkan pedagang mengaku uang kemanan tersebut juga mengalir ke Satpol PP Pekanbaru meskipun belakangan tudingan pedagang ini dibantah pihak Satpol PP.

Tags
PKL
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help