TribunPekanbaru/

Surat Pengunduran Diri Ketua DPC Gerindra Inhil Diyakini Palsu

Menurut Mulyadi, surat tersebut sengaja dipublikasikan untuk dijadikan alasan pembenaran pergantian kepengurusan DPC Gerindra Inhil

Surat Pengunduran Diri Ketua DPC Gerindra Inhil Diyakini Palsu
Istimewa
Surat pengunduran diri Baharuddin L Abbas tertanggal 03 Nopember 2012 sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Inhil yang tersebar disejumlah Media Sosial. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : T. Muhammad Fadhli

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Beredarnya surat pengunduran diri Baharuddin L Abbas tertanggal 03 Nopember 2012 sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Inhil yang tersebar disejumlah Media Sosial, dipastikan palsu oleh Ketua OKK DPC Partai Gerindra Inhil, Mulyadi Said.

Menurut Mulyadi, surat tersebut sengaja dipublikasikan untuk dijadikan alasan pembenaran pergantian kepengurusan DPC Gerindra Inhil, serta sengaja memancing kekisruhan untuk menimbulkan perpecahan ditubuh DPC Gerindra Inhil yang selama ini berjalan solid.

“Saya menduga ada oknum yang sengaja memecahbelah untuk melemahkan kiprah Partai Gerindra Inhil yang sudah semakin mendapat hati ditengah masyarakat Inhil.” Ujar Mulyadi saat dikonfirmasi awak media di Tembilahan, Rabu (11/10/2017).

Adanya pihak-pihak yang sengaja merekayasa surat palsu untuk menimbulkan kekisruhan di Gerindra Inhil, Mulyadi memastikan seluruh pengurus sebelumnya tidak akan berpangku tangan menerima pembohongan dan akan membawa persoalan ini sebagai dasar pembelaan diri.

Surat pengunduran diri Baharuddin L Abbas tertanggal 03 Nopember 2012 sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Inhil yang tersebar disejumlah Media Sosial.
Surat pengunduran diri Baharuddin L Abbas tertanggal 03 Nopember 2012 sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Inhil yang tersebar disejumlah Media Sosial. (Istimewa)

“Jika terbukti benar bila surat tersebut sengaja direkayasa atau palsu, artinya ada pelanggaran hukum dan penyelesaiannya tentu melalui jalur hukum,” tegas Mulyadi.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan, berdasarkan AD/ART partai Gerindra, pada Bab II Bagian Kedua Tentang Pergantian dan Penyempurnaan Pengurus pada Pasal 14 butir ke (1) disebutkan bahwa, pergantian dan penyempurnaan pengurus terjadi karena Mengundurkan diri atas permintaan sendiri secara tertulis, Diberhentikan, Meningal Dunia dan atau Pindah Partai.

Berdasarkan ketentuan AD/ART Partai Gerindra tersebut jika diselaraskan dengan pengunggahan surat pengunduran diri Baharuddin L Abbas selaku Ketua DPC Gerindra di Media Sosial, tentu bisa diartikan bahwa Surat ini yang dijadikan alasan pembenaran untuk dilakukannya pergantian kepengurusan DPC Partai Gerindra Inhil, karena tiga sebab lainnya pastilah tidak akan dapat sesuai.

Baca: Darahnya Diminum! Pelayan Wanita Diperkosa dan Dipenggal karena Sajikan Ini Untuk Pemberontak

“Jika alasan surat pengunduran diri itu sebagai pembenaran, saya pastikan pergantian pengurus ini cacat aturan karena Surat Pengunduran Diri Baharuddin L Abbas itu saya pastikan adalah surat rekayasa atau Palsu,” beber Mulyadi.

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help