TribunPekanbaru/

DPRD Minta Penegak Hukum Tangkap Pelaku Pungli di Pasar Pagi Arengka

Sebab, aksi mereka sudah meresahkan para pedagang, termasuk juga masyarakat pengguna jalan, yang merasa terganggu.

DPRD Minta Penegak Hukum Tangkap Pelaku Pungli di Pasar Pagi Arengka
TribunPekanbaru/Syaiful Misgiono
Penertiban PKL di Pasar Pagi Arengka 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kalangan DPRD Pekanbaru mengapresiasi kinerja Tim Yustisi Pemko Pekanbaru, yang menertibkan PKL liar di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru. Hanya saja, legislator meminta kepada penegak hukum, untuk segera menangkap pelaku pungli di Pasar Pagi Arengka tersebut.

Sebab, aksi mereka sudah meresahkan para pedagang, termasuk juga masyarakat pengguna jalan, yang merasa terganggu.

"Kita acungkan jempol, karena Satpol PP sudah berhasil membongkar praktek pungli yang terjadi selama ini di Pasar Pagi Arengka. Tentunya praktek ini sangat bertentangan dengan aturan hukum, sehingga pelakunya wajib diungkap. Kita dorong itu," tegas Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pekanbaru Aidil Amri S Sos, Kamis (12/10/2017) kepada Tribunpekanbaru.com.

Sebenarnya, kata Aidil, para pedagang tidak akan berani berjualan di tempat-tempat yang dilarang oleh pemerintah. Apalagi ada konsekuensinya. Namun karena ada oknum yang mengaku ngaku bisa mengamankan mereka berjualan di lokasi tersebut, dengan membayar upeti kepada oknum, membuat pedagang nekad berjualan.

"Kita pastikan ada lah yang membekinginya. Artinya, jika oknum tersebut ditangkap, ke depannya tidak akan ada yang berani berjualan di tempat terlarang tersebut. Sehingga persoalan di Pasar Pagi Arengka dipastikan clear," tutur Aidil.

Dicontohkannya, kasus pungli di Dinas PUPR Pekanbaru yang notabene-nya hanya Rp 10 juta, disidik Kepolisian. Apalagi kasus pungli di Pasar Pagi Arengka nilainya cukup fantastis, yakni hingga Rp 300 juta. Makanya, kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan. "Kita harap, kasus seperti ini jangan dibiarkan. Sebab kalau tidak, akan banyak oknum-oknum nakal yang nekad bermain lagi, dengan mengatasnamakan pedagang," sebut Aidil lagi. (Saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help