TribunPekanbaru/

Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pagi Arengka Bantah Isu Adanya Aktivitas Pungli

"Kita nyatakan bahwa itu tidak benar. Apalagi sampai Rp 25 ribu per pedagang setiap harinya," tegas dia.

Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pagi Arengka Bantah Isu Adanya Aktivitas Pungli
Tribun Pekanbaru/ Rizky Amanda
Ramli Syahputra (tengah) selaku Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar (FKPP), Pasar Pagi Arengka bersama para pengurus lainnya saat ditemui di lokasi penggusuran, Kamis (12/10/2017) pagi. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Ramli Syahputra selaku Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar (FKPP), Pasar Pagi Arengka secara tegas membantah isu yang berkembang tentang adanya pungutan liar (pungli) sebesar Rp 25 ribu terhadap pedagang setiap harinya.

"Kita nyatakan bahwa itu tidak benar. Apalagi sampai Rp 25 ribu per pedagang setiap harinya," tegas dia.

Ia menuturkan, adapun pungutan yang dilakukan hanya sebesar Rp 11 ribu per hari. Dengan rincian untuk uang pemuda, lampu, dan kebersihan. Itu pun diakuinya, sudah sesuai dengan kesepakatan bersama seluruh pedagang kaki lima di Pasar Pagi Arengka.

Bahkan isu yang lebih parah dan tidak sesuai dengan fakta dan realita di  lapangan disebutkan pria yang juga akrab disapa Buyung ini, uang pungli yang didesas-desuskan tersebut juga disetor kepada beberapa oknum petugas dari Disperindag dan Satpol PP.

Ramli menilai, bisa jadi isu itu sengaja disebarluaskan untuk menguatkan upaya penggusuran yang dilakukan Satpol PP sejak 4 hari belakangan ini.

Baca: Tak Hanya Menggusur, Ratusan PKL Pasar Pagi Arengka Berharap Pemko Pekanbaru juga Beri Solusi

"Katanya memang salah satu alasan penggusuran karena adanya aktivitas pungli itu. Tapi sekali lagi kita tegaskan, tidak ada pungli di pasar ini (Pasar Pagi Arengka)," ucapnya.

Ia yang mewakili ratusan pedagang kaki lima di kawasan Pasar Pagi Arengka juga menyesalkan tindakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satpol PP dalam melakukan penggusuran terhadap lapak-lapak mereka.

Terlebih menurut pedagang, dalam aksi penertiban yang dilakukan tersebut, ada petugas yang bertindak secara arogan.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help