TribunPekanbaru/

Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pagi Arengka Bantah Isu Adanya Aktivitas Pungli

"Kita nyatakan bahwa itu tidak benar. Apalagi sampai Rp 25 ribu per pedagang setiap harinya," tegas dia.

Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pagi Arengka Bantah Isu Adanya Aktivitas Pungli
Tribun Pekanbaru/ Rizky Amanda
Ramli Syahputra (tengah) selaku Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar (FKPP), Pasar Pagi Arengka bersama para pengurus lainnya saat ditemui di lokasi penggusuran, Kamis (12/10/2017) pagi. 

Mereka menyebutkan, bahkan salah seorang petugas sempat mengeluarkan senjatanya dalam proses penggusuran yang dilakukan.

Ia juga mengaku, pihaknya tidak menerima pemberitahuan terkait akan adanya rencana penggusuran tersebut sebelumnya.

"Kita tidak ada dapat pemberitahuan. Tiba-tiba datang main gusur saja. Ada pula yang pakai mengeluarkan senjata. Memangnya kita penjahat. Kita semua di sini hanya berjualan untuk menyambung hidup saja kok. Kita juga kalau memang diminta pindah, kita kooperatif," sebut dia.

Ia melanjutkan, Pemko Pekanbaru dibawah kepemimpinan Firdaus seharusnya menyediakan lahan baru bagi mereka untuk tetap dapat berjualan. Tidak hanya sekedar main gusur seperti yang sudah dilakukan 3 hari belakangan.

"Jadi jangan hanya main gusur saja, kalau tidak ada solusi sesudah itu, lalu nasib kita para pedagang kecil ini seperti apa, tolong diperhatikan juga," katanya.

Lebih jauh Buyung bercerita, saat ini sekitar 300 orang pedagang di Pasar Pagi Arengka kini terpaksa tak bisa berjualan. Mereka kebingungan lantaran tak tahu hendak berjualan di mana lagi.

Sementara itu, Ketua FKPP Kota Pekanbaru, Revelino menyatakan, pihaknya akan mencoba berkoordinasi terkait hal ini secara langsung dengan Walikota Pekanbaru.

"Biasanya sebelum dilakukan penggusuran, pihak Pemko selalu berkoordinasi dengan pihak pedagang. Karena sudah jadi komitmen dan kesepakatan dengan bapak Walikota juga sebelumnya. Sekaligus mencarikan solusi juga," ulas dia.

Revelino mengungkapkan, pihaknya sekaligus juga akan mempertanyakan progres pembangunan pasar induk yang sudah diterbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya.

"Kita hanya ingin para pedagang ini bisa mendapatkan tempat yang lebih layak dan nyaman untuk berjualan. Tanpa harus terjadi ketegangan seperti sekarang ini," tandasnya.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help