TribunPekanbaru/

Upaya Mediasi Selalu Gagal, Penceraian ASN Pemko Pekanbaru Tinggi

Kasus perceraian di kalangan ASN dilingkungan Pekanbaru didominasi oleh perempuan dengan status guru.

Upaya Mediasi Selalu Gagal, Penceraian ASN Pemko Pekanbaru Tinggi
Internet
Ilustrasi perceraian 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Inspektorat Kota Pekanbaru, Azmi mengungkapkan, sebagian besar ASN yang mengajukan permohonan cerai ke Inspektorat adalah ASN yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan atau guru dan Dinas Kesehatan.

Sebagian besar ASN yang mengajukan permohonan cerai ada dipihak perempuan atau istri. Alasan kesenjangan ekonomi antara suami dan istri, disinyalir membuat sang istri mengakhiri bahtera rumah tangganya.

Kasus perceraian di kalangan ASN dilingkungan Pekanbaru didominasi oleh perempuan dengan status guru.

"Dalam minggu ini saja ada 3 orang ASN dari pihak perempuan yang mengajukan penceraian. Kalau dilihat memang yang dominan minta cerai itu justru perempuan yang statusnya guru. Trendnya memang ada peningkatan penceraian dikalangan guru apalagi sejak adanya sertifikasi, bisa jadi itu penyebabnya, memang belum ada kajiannya," katanya.

Pihaknya sejauh ini sudah melakukan upaya mediasi. Namun sejauh ini memang belum membuahkan hasil yang mengemberikan.

Sebagian besar ASN yang mengajukan cerai tetap melanjutkan ke pengadilan agaman meskipun Pemko sudah melakukan upaya mediasi.

"Kami sudah melakukan mediasi, bukan gagal. Mediasi sudah dilakukan sebelumnya di BKD, setelah itu diteruskan ke Inspektorat. Tapi kalau mediasi di BKD bisa diselesaikan tidak perlu dilanjutkan ke Inspektorat, baru kita lakukan kajian lebih dalam setelah itu baru kita buat kesimpulan untuk disampaikan ke pimpinan," katanya.

Tingkat penceraian dilingkungan pegawai negeri sipil atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemko Pekanbaru masih tinggi.

Dari data yang Tribun himpun di Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru tercatat selama tahun 2016 lalu ada 24 permohonan penceraian yang masuk di BKP SDM atau Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dari jumlah tersebut 4 permohonan batal, karena yang bersangkutan batal melanjutkan proses penceraian. Sedangkan yang rujuk satu orang.

Sedangkan tahun 2017 hingga September kemarin BKP SDM mencatat ada 21 laporan penceraian yang masuk.

Dari jumlah tersebut yang batal satu orang karena yang bersangkutan tidak jadi melalnjutkan proses penceraianya. Sedangkan yang rujuk dua orang.

Dari data tersebut ternyata profesi ASN yang mendominasi tingkat penceraian adalan guru. Rincianya, tahun 2016 ada sebanyak 8 orang kemudian 2017 sebanyak 7 orang. Sedangkan dari sisi jenis kelamin adalah wanita.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help