TribunPekanbaru/

Wako Pekanbaru Sebut Keberadaan PKL di Jalur Lambar Pasar Pagi Arengka Timbulkan Dampak Negatif

Kalau Pungli itu benar dilakukan oleh ASN, saya yang akan menjewernya. Tapi kalau dari masyarakat tentu prosesnya melalui jalur hukum.

Wako Pekanbaru Sebut Keberadaan PKL di Jalur Lambar Pasar Pagi Arengka Timbulkan Dampak Negatif
tribunpekanbaru/syaiful
Penertiban PKL di Pasar Pagi Arengka 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Firdaus,MT, menyebut penertiban yang dilakukan tim Yustisi Pemko Pekambaru terhadap pedagang ilegal yang berjualan di kawasan jalur lambat Pasar Pagi Arengka, bukanlah penggusuran.

Sebab kata dia lokasi itu bukan pasar karna tidak memiliki legalitas, sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif. Seperti kemacetan, memjamurnya gelandangan dan pengemis (Gepeng), anak punk serta praktik Pungli.

"Disana kan (jalur lambat pasar pagi arengka) memang bukan pasar tapi jalur lambat untuk mengurai kemacetan. Tapi kalau dijadikan tempat berjualan malah menimbulkan berbagai dampak negatif seperti dari sisi keamanan, kenyamanan dan kemacetan, makanya itu kita tertibkan," kata Firdaus, Kamis,(12/10).

"Kita juga mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi penertiban yang sudah dilakukan tim yustisi. Semua ini harus diperhatikan penuh, yang berjualan disana itu masyarakat kita sementara yang terganggu akibat dampaknya juga masyarakat kita. Karena itu kalau memang mau berjualan kita sarankan untuk masuk ke dalam Pasar Pagi Arengka," imbuhnya.

Sementara menyikapi adanya dugaan praktik Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oknum tertentu Firdaus menegaskan, jika terbukti dilakukan ada keterlibata bawahanya, maka akan diberikan saksi tegas.

Namun jika yang melakukan adalah masyarakat pihaknya meminta agar pedagang yang merasa dirugikan bisa menempuh jalur hukum.

"Kalau Pungli itu benar dilakukan oleh ASN, saya yang akan menjewernya. Tapi kalau dari masyarakat tentu prosesnya melalui jalur hukum," ujarnya.

Penertiban terhadap pedagang yang dilakukan juga memandang jalan Soekarno Hatta merupakan jalan Nasional. Karena adanya aktifitas jual beli di sekitar jalan menyebabkan terganggunya arus lalu lintas karena jalur lambat dipenuhi pedagang.

"Kita sudah ditegur, karena jalan itu kan jalan nasional akibat adanya aktifitas jual beli di sana arus lalu lintas menjadi terganggu," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help