TribunPekanbaru/

Biasanya Suka Ada Selip-Selip Hutang

Anggota DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Jusman mengatakan, wajar saja kalau pemprov mengatakan rancangan anggaran pada APBD-P sudah komprehensif

Biasanya Suka Ada Selip-Selip Hutang
Net
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Jusman mengatakan, wajar saja kalau pemprov mengatakan rancangan anggaran pada APBD-P sudah komprehensif dan objektif.

"Ya wajar aja mereka (pemprov, red) bilang begitu. Namanya juga anggaran yang akan mereka gunakan nantinya," ungkap lelaki akrab disapa Dedet ini pada Jumat (13/10/2017).

"Tapi, apa mereka berpikir, kalau kami (dewan) harus teliti dalam melihat rancangan anggaran belanja mereka. Mereka gak ngerti," tambahnya.

Menurut Dedet, pembahasan masalah anggaran di dewan selalu alot. Sebab, pihaknya ingin menghindari adanya pembayaran beban hutang yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Dijelaskannya, pada persoalan hutan di APBD-P ada temuan sekitar Rp 336 Miliar. Jumlah tersebut, kata Dedet, terdiri dari dua hutang besar. Yakni, Rp 270 Miliar dan Rp. 66 Miliar.

"Itu hutang di pemprov yang belum bisa diverifikasi. Kami tak mau, jika nanti ada hutang yang diselip-selipkan dalam APBD-P. Ini jelas bahaya," paparnya.

"Biasanya kan begitu, kalau dulu semua hutang yang bisa diselip pasti diselip. Entah kalau sekarang. Mudah-mudahan sih tidak, makanya kita periksa teliti," jelasnya kemudian.

Terkait pernyataan Ketua DPRD Provinsi Riau Septina Primawati yang menyatakan ketok palu APBD-P akan dilakukan pekan dekan, Dedet mengaku optimis bisa terealisasi.

"Insha Allah. Bisa jadi pekan depan. Kalau meleset kan berarti diundur lagi," tutupnya. (Mad)

Penulis: Syahrul
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help