Citizens Journalism

Izinkan Aku Mengagumimu, Pak *)

Rachmat Djoko Pradopo (selanjutnya akan ditulis RDP) adalah nama yang tak akan pernah diragukan “kandungan” ilmiahnya.

Izinkan Aku Mengagumimu, Pak *)
Facebook
heru marwata 

 (Persembahan Seekor Semut di Seberang Lautan untuk sang Gajah di Pelupuk Mata)

Heru Marwata **)

(akan selalu menjadi dan mengaku sebagai murid Prof. RDP—karena  tak mengenal istilah mantan dalam hubungan guru-murid—bukan  hanya karena pernah menjadi asistennya)

Pengantar

Mempersembahkan syair untuk penyair adalah sebuah kesia-siaan.

Bukankah kesia-siaan sama dengan tak memanfaatkan waktu dalam kesabaran dan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan seperti ditulis Rachmat Djoko Pradopo dalam “DEMI WAKTU”, puisi yang diilhami oleh Surat Al-Ashr?

Jadi, biarkan kesempatan menulis syair itu berlalu karena memang tidak sedang bersekutu dengan sang waktu, dengan konsep “demi waktu”.

Lalu, apa yang selayaknya dipersembahkan oleh seekor semut bagi sang gajah? Tulisan ilmiah?

Rachmat Djoko Pradopo (selanjutnya akan ditulis RDP) adalah nama yang tak akan pernah diragukan “kandungan” ilmiahnya.

Mempersembahkan tulisan ilmiah untuknya adalah sebuah kesia-siaan berikutnya, sebuah kemubaziran, pindha nguyahi segara. 

Halaman
1234
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved